Dari data PTDI yang diterima detikFinance, produksi pesawat terbanyak PTDI adalah jenis NBO105 sebanyak 122 unit. NBO105 adalah sebuah helikopter ringan, serbaguna, dan memiliki mesin ganda.
Kedua adalah NC212 yang sudah diproduksi sebanyak 105 unit dan kemudian disusul oleh CN235 sebanyak 64 unit. CN235 adalah sebuah pesawat penumpang sipil (airliner) angkut turboprop kelas menengah bermesin ganda. Pesawat ini banyak digunakan oleh angkatan militer negara di dunia, seperti Angkatan Udara Spanyol, Angkatan Udara Turki, dan tentunya Angkatan Udara Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sisanya adalah NAS332 sebanyak 21 unit, NSA330 11 unit, CN295 9 unit, AS365 4 unit, AS550 3 unit, dan H225M (EC725) sebanyak 2 unit.
Jika dihitung dalam 6 tahun terakhir terhitung 2012-2017, PTDI telah menyerahkan sebanyak 58 unit pesawat dan helikopter. Pesanan terbanyak adalah helikopter BELL 412EP sebanyak 30 unit.
Sebanyak 30 unit helikopter BELL 412EP, antara lain dipesan oleh TNI AD sebanyak 26 unit, TNI AL 3 unit, dan POLRI 1 unit.
Kemudian ada CN295 sebanyak 9 unit yang seluruhnya dipesan oleh TNI AU. Tak ketinggalan ada CN235 sebanyak 7 unit yang antara lain dipesan oleh DAPA/KCG Korea, Senegal Air Force, dan TNI AL.
Selanjutnya ada AS365 yang dipesan oleh Basarnas sebanyak 4 unit, helikopter AS550 sebanyak 3 unit yang merupakan pesanan TNI AD, helikopter H225M pesanan TNI AU 2 unit, NC212i 2 unit masing-masing pesanan TNI AU dan T.K.S Thailand, dan 1 unit NAS332C1 pesanan TNI AU. (wdl/wdl)











































