Follow detikFinance
Jumat 17 Mar 2017, 16:28 WIB

Minta Serap Tembakau Lokal, Mendag Panggil Produsen Rokok Besar

Ardian Fanani - detikFinance
Minta Serap Tembakau Lokal, Mendag Panggil Produsen Rokok Besar Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi - Di sela pembahasan RUU Pertembakauan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana memanggil produsen rokok besar di Indonesia. Produsen besar itu adalah PT Philip Morris, PT Djarum dan PT Sampoerna ini terkait dengan penyerapan tembakau lokal milik petani di Indonesia, menyusul maraknya impor tembakau dari luar negeri.

"Kita akan panggil mereka untuk melakukan wajib serap tembakau di Indonesia. Baru nanti mereka bisa impor," ujar Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, saat lawatannya ke Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (16/3/2017) kemarin.

Enggartiasto mengaku sudah bertemu dengan manajemen PT Sampoerna. Selanjutnya dua perusahaan besar rokok lainnya akan dipanggil selanjutnya.

"Sampoerna sudah. Dua lainnya menunggu giliran. Jika mereka tak mau, kita akan lupa menandatangani ijin impor tembakau mereka," tambahnya.

Mendag Enggartiasto Lukita di BanyuwangiMendag Enggartiasto Lukita di Banyuwangi Foto: Ardian Fanani/detikcom

Wajib serap hasil panen tembakau ini, kata Enggartiasto, untuk melindungi petani tembakau. Produksi tembakau Indonesia saat ini semakin berkurang, lantaran tidak ada jaminan hasil panen tembakau diserap oleh perusahaan rokok.

"Harus ada jaminan untuk serap tembakau. Dan yang bisa adalah perusahaan besar besar itu," katanya.

Enggartiasto mencontohkan pada hasil panen jagung dan beras yang saat ini sudah tak lagi impor. Ini dikarenakan ada kesepakatan antara Kementrian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk maksimal melakukan kesalahan penyerapan dua komoditas pertanian tersebut.

"Sekarang saja kira tak impor beras dan jagung. Karena kita intensif untuk melakukan penyerapan yang dilakukan Bulog. Makanya kita harus lakukan di tembakau ini," pungkasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed