Oleh karena itu, Kemenperin berupaya mengintensifkan program vokasi, yakni pelatihan langsung berupa magang di Industri industri yang sudah berjalan. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini Kemenperin mengadopsi sistem pendidikan yangditerpakan di Jerman, Austria, dan Swiss terkait kurikulum yang diberikan kepada siswa yang magang untuk industri.
Lalu, pemerintah sedang mengupayakan pembinaan dan pengembangan agar siswa SMK bisa magang di industri dan diharapkan bisa terserap oleh industri (link and match).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan, nantinya industri akan membina beberapa tenaga kerja SMK di sekitarnya. Pembinaan itu berdasarkan jenis sektor industrinya.
"Kalau di Jerman bekerjasama dengan Kadin-nya, tenaga kerja itu tergantung kebutuhan indusutri bukan tergantung kebutuhan akademis atau teoritis tapi tergantung kebutuhan praktek. Kita mendukung link and match berbasis cluster. Misal PT Petrokimia Gresik dengan bekerja sma 7 SMK di Jatim, nanti 50β praktiknya di industri dan 50% praktiknya di sekolah," kata Airlangga, Senin (20/3/2017).
"Untuk itu kita kasih fasilitas untuk pelatihan industri mereka (siswa) nanti mendapatkan honor dan ada biaya-biaya terkait industri akan dapat pemotongan pajak," ujarnya.
Ia menyebut contohnya di Jawa Timur telah ada 49 industri dengan 234 sekolah menengah kejuruan telah bekerja sama. Diharapkan akan mempersiapkan tenaga kerja yang handal sesuai kebutuhan industri.
"Nah kegiatan ini kemarin beberapa minggu lalu Gubernur ajatim diluncurkan juga sudah mempersiapkan diri. Sudah di tandatangani 49 industri dengan 234 sekolah menengah kejuruan. Nanti akan mendidik dan melatih sekitar 46.000 siswa di Jatim," ujarnya. (dna/dna)











































