Follow detikFinance
Senin 20 Mar 2017, 17:23 WIB

Ini Cara Kemenperin Kurangi Pengangguran Lulusan Sekolah Menengah

Yulida Medistiara - detikFinance
Ini Cara Kemenperin Kurangi Pengangguran Lulusan Sekolah Menengah Foto: Muhammad Idris-detikFinance
Jakarta - Sebanyak 3,2 juta siswa merupakan lulusan SMK dan SMA, diantaranya 1,7 juta langsung masuk perguruan tinggi sementara sisanya langsung terjun ke lapangan pekerjaan. Akan tetapi, sebagian lulusan sekolah menengah ada yang belum terserap industri.

Oleh karena itu, Kemenperin berupaya mengintensifkan program vokasi, yakni pelatihan langsung berupa magang di Industri industri yang sudah berjalan. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini Kemenperin mengadopsi sistem pendidikan yangditerpakan di Jerman, Austria, dan Swiss terkait kurikulum yang diberikan kepada siswa yang magang untuk industri.

Lalu, pemerintah sedang mengupayakan pembinaan dan pengembangan agar siswa SMK bisa magang di industri dan diharapkan bisa terserap oleh industri (link and match).

Upaya tersebut telah terlaksana dengan bekerjasama antara KADIN, Kementerian BUMN, Kementerian Ketenagakerjaan, Kemendikbud, dan Kemenristek Dikti. Nantinya akan ada pemagangan industri, sertifikasi kompetisi.

Ia mencontohkan, nantinya industri akan membina beberapa tenaga kerja SMK di sekitarnya. Pembinaan itu berdasarkan jenis sektor industrinya.

"Kalau di Jerman bekerjasama dengan Kadin-nya, tenaga kerja itu tergantung kebutuhan indusutri bukan tergantung kebutuhan akademis atau teoritis tapi tergantung kebutuhan praktek. Kita mendukung link and match berbasis cluster. Misal PT Petrokimia Gresik dengan bekerja sma 7 SMK di Jatim, nanti 50℅ praktiknya di industri dan 50% praktiknya di sekolah," kata Airlangga, Senin (20/3/2017).

"Untuk itu kita kasih fasilitas untuk pelatihan industri mereka (siswa) nanti mendapatkan honor dan ada biaya-biaya terkait industri akan dapat pemotongan pajak," ujarnya.

Ia menyebut contohnya di Jawa Timur telah ada 49 industri dengan 234 sekolah menengah kejuruan telah bekerja sama. Diharapkan akan mempersiapkan tenaga kerja yang handal sesuai kebutuhan industri.

"Nah kegiatan ini kemarin beberapa minggu lalu Gubernur ajatim diluncurkan juga sudah mempersiapkan diri. Sudah di tandatangani 49 industri dengan 234 sekolah menengah kejuruan. Nanti akan mendidik dan melatih sekitar 46.000 siswa di Jatim," ujarnya. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed