Namun, menurut Chen, kemampuan tenaga kerja Indonesia perlu ditingkatkan, khususnya yang sesuai kebutuhan industri.
"Sumber daya manusia di Indonesia sangat besar, sebanyak 60% itu usianya di bawah 40 tahun. Tapi yang perlu ditingkatkan yakni kemampuannya, dalam hal ini pelatihan-pelatihan teknik yang perlu ditingkatkan lagi," ujar Chen ditemui di Lembaga Pendidikan Keahlian (LPK) Teknik Formosa Sentral, Jati Uwung, Kota Tangerang, Jumat (5/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk selanjutnya, pemerintah Taiwan akan meningkatkan lagi kuota untuk kuliah di Taiwan, atau sekolah teknik agar bisa ditingkatkan lagi kuota untuk orang Indonesia ke Taiwan. Seperti belajar peternakan langsung di sana, bisa mempelajari dan praktik langsung di sana," terang Chen.
Baca juga: Pengusaha Taiwan: Laut RI Terbaik di Dunia untuk Budidaya Ikan
Beberapa universitas di Indonesia, sambungnya, juga sudah melakukan kerja sama dalam hal peningkatan kemampuan SDM.
"Universitas-universitas di Taiwan juga sudah menandatangani MoU dengan universitas di Indonesia seperti UI, ITB, dan lainnya," ujar Chen yang sudah sekitar 4 bulan tinggal di Indonesia ini.
Selain itu, pihak Taiwan juga membuat LPK untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja Indonesia. Sasarannya para lulusan SMK dan SMA yang dipersiapkan untuk bekerja di sektor industri.
LPK yang berada di Kota Tangerang tersebut khusus melatih keterampilan mesin bubut dengan dua jurusan yakni CNC (Computer Numerical Control) dan HMIC-PLC (Human Machine Interface Control and Programmable Logic Control).
"(LPK) Formosa datangkan guru terbaik langsung dari Taiwan, Taiwan punya pengalaman dan sistem yang sudah sangat bagus. Operator lulusan dari sini bisa mengoperasikan mesin bubut untuk menghasilkan barang dengan kualitas tinggi," kata Chen. (idr/hns)











































