Para peserta yang hadir antusias dan merespons positif berbagai informasi yang disampaikan. Acara sosialisasi itu merupakan kerjasama PT Pasar Komoditas Jakarta (PKJ), Dinas Koperasi dan UKM Banten, Kementerian Koperasi dan Kementerian Perdagangan.
"Peserta yang diundang meliputi koperasi, asosiasi, pelaku usaha UKM khusus makanan minuman," kata Arif Rahman, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten dalam keterangan tertulis, Selasa (20/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, dari 70 peserta sosialisasi yang hadir, pada umumnya menyambut positif kebijakan lelang gula karena selama ini mereka merasa kesulitan untuk mendapatkan gula rafinasi yang memang diperuntukkan bagi industri. Dengan lelang, diharapkan bisa mendapat kepastian pasokan gula dengan harga yang wajar.
"Para peserta antusias sekali. Mereka kan butuh gula. Nah sistem ini memberi harapan jaminan pasokan dan harga yang wajar," pungkasnya.
Menurut Arief, dari informasi para peserta, pada umumnya mereka tidak bisa membeli langsung gkr dari pabrik.
"Pada umumnya terkendala prosedur supaya dapat gula seperti apa, akhirnya beli di pasaran dan harganya jadi mahal," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam sesi diskusi tanya jawab sejumlah peserta, pada umumnya memberi masukan supaya lelang gula berjalan dengan lebih baik.
Masukan terutama disampaikan dari koperasi dan asosiasi. Misalnya, koperasi berharap mereka bisa mengambil gula terlebih dahulu baru kemudian bayar di belakang setelah gula itu diserap semua oleh anggota yang punya usaha makanan minuman, atau anggota yang memiliki usaha dengan bahan baku gula.
"Kalau UKM pada umumnya terkendala permodalan. Belum lagi kan harus ada tanda dasar industri, dari dinas di kabupaten kota," ucapnya.
Dalam keterangan tertulis dari PT PKJ, sosialisasi sudah dilaksanakan sejak 23 Mei 2017 hingga Juli 2017. sosialisasi akan dilaksanakan disejumlah daerah seperti Medan, Lampung, Banten, Yogyakarta, Surabaya, Makasar dan daerah lainnya.
Transaksi melalui bursa efektif mulai 10 Juli 2017. Pada bulan Juni ini sosialisasi akan difokuskan kepaka pelaku UKM dengan harapan mereka bisa lebih memahami prosedur lelang sehingga bisa ikut bertransaksi dan memperoleh gkr.
Sejumlah asosiasi yang telah ikut sosialisasi adalah AGRI, Gapmmi, AROBIM, ASRIM, AIPS, dan Asosiasi Dodol Garut.
Pasar lelang GKR merupakan pasar lelang elektronik yang menyelenggarakan transaksi jual beli GKR secara online dan real time dengan metode Permintaan Beli (Bid) dan Penawaran Jual (Offer). Volume Penjual atau Pembeli sebanyak 1 ton, 5 ton, dan 25 ton. (idr/dna)











































