ADVERTISEMENT

Garam Impor dari Australia Masuk RI Pekan Ini

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 31 Jul 2017 20:34 WIB
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Kelangkaan pasokan garam melanda sejumlah daerah di Indonesia lantaran curah hujan tinggi di sentra-sentra produksi. Sebagai solusinya, pemerintah bakal mengimpor 75.000 ton garam dari Australia melalui PT Garam, BUMN produsen garam.

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, mengatakan garam impor tersebut masuk secara bertahap dan akan sampai dalam sepekan ini.

"Ini proses sedang berjalan impornya. Dalam minggu ini impor sudah mulai masuk," ujar Enggar, sapaan akrabnya, di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin (31/7/2017).


Menurut Enggar, impor garam lewat PT Garam sudah disepakati dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

"Setiap peraturan yang membagi-bagi seperti ini, maka ada potensi terjadi dispute. Saya dan Ibu Menteri KP bersama-sama kita kan melaporkan. Jadi hari jumat lalu saya undang Bareskrim, Dirjen KKP dan Dirjen Daglu yang menyatakan bahwa kami siap rekomendasi untuk impor garam konsumsi kepada PT Garam sebesar 75 ribu ton," kata Susi.

Enggar mengatakan, kebijakan membuka impor garam tersebut sudah dibicarakan jauh-jauh hari dan dibicarakan di tingkat rapat koordinasi antar menteri.


Kemendag sendiri bisa menerbitkan izin impor garam kepada PT Garam (Persero) selaku BUMN untuk mencukupi kebutuhan garam nasional. Hal ini setelah dilakukan penyesuaian Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 125 Tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Garam.

Sementara aturan garam impor juga diatur dalam UU 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam.

"Sebelum saya pergi ke Afrika, di bawah koordinasi Pak Menko saya sudah mengirim surat kepada Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan, yang menyampaikan bahwa ini ada UU, untuk itu saya minta rekomendasi," terang Enggar.

(idr/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT