Follow detikFinance
Kamis 03 Aug 2017, 13:12 WIB

Pengusaha AS Curhat ke Menperin Soal Gula Hingga Aturan Halal

Muhammad Idris - detikFinance
Pengusaha AS Curhat ke Menperin Soal Gula Hingga Aturan Halal Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, hari ini menggelar pertemuan dengan perusahaan-perusahaan besar multinasional asal Amerika Serikat (AS). Mereka tergabung dalam US-ASEAN Business Council (US-ABC) yang melakukan kunjungan selama 3 hari di Indonesia.

Menurut Airlangga, banyak keluhan-keluhan yang disampaikan para perwakilan perusahaan asal Paman Sam tersebut, terutama terkait regulasi pemerintah.

"Pertama US-ABC kan rutin bikin pertemuan dengan kementerian, terutama dengan Kemenperin, tujuannya untuk melihat keluhan-keluhan yang dihadapi oleh industri," kata Airlangga saat pertemuan dengan US-ABC di Kemenperin, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Dia mencontohkan, beberapa isu seperti rencana lelan gula rafinasi yang masih belum mendapat kepastian kapan pelaksanaannya, serta apakah skema baru tersebut tidak mengganggu pasokan gula ke industri mereka di Indonesia.

"Ada beberapa isu yang diangkat seperti perusahaan food and beverage (makanan dan minuman) menanyakan lelang gula rafinasi, ini yang kami bicarakan karena industri ingin agar bahan bakunya tidak terganggu dan dengan adanya lelang, tentu merubah skema bisnis yang selama ini dilakukan. Kita akan bicara lagi dengan Kemendag," jelas Airlangga.

Keluhan lainnya, lanjut dia, datang dari General Electric (GE) yang meminta pemerintah memperketat aturan TKDN (tingkat kandungan dalam negeri). Lantaran beberapa proyek pembangkit di Indonesia masih menggunakan boiler impor, sehingga permintaan boiler di pabrik mereka di Surabaya masih sepi.

"GE itu mengharapkan agar Implementasi dan monitoring TKDN bisa dilaksanakan, karena fasilitas yang mereka miliki di Surabaya selama ini utilisasinya sangat rendah, bahkan hampir nol. Sehingga mereka yang sebelum bisa memproduksi boiler, hingga saat ini belum ada pembelian sama sekali," ujar Airlangga.

Dia juga mendapatkan keluhan dari industri farmasi AS terkait rencana aturan sertifikasi halal yang baru, serta rencana pembatasan impor tembakau yang dikeluhkan oleh pemegang saham PT HM Sampoerna Tbk, Philip Moris.

Total ada perwakilan dari 75 perusahaan AS seperti Adobe, Amazon, Bechel, BP, Cargil, Caterpillar, Chevron, Cisco, Coca-cola, Expedia, Exxon Mobile, Oracle, Zoetis, UPS, Time Warner, General Electric, dan Visa. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed