Follow detikFinance
Jumat 18 Aug 2017, 21:06 WIB

Mulai Oktober, Beli Gula Rafinasi Harus Lewat Lelang

Danang Sugianto - detikFinance
Mulai Oktober, Beli Gula Rafinasi Harus Lewat Lelang Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Kementerian Perdagangan melalui Surat Keputusan Menteri Perdagangan No. 684/M-DAG/KEP/5/2017 telah menetapkan pengadaan gula kristal rafinasi (GKR) melalui skema lelang. PT Pasar Komoditas Jakarta (PKJ) pun telah ditunjuk selaku penyelenggara lelang.

Hari ini, PKJ pun melakukan sosialisasi dan demo sistem lelang GKR. Untuk memastikan hal itu berjalan lancar, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita hari ini ikut memantau kegiatan tersebut.

Enggar mengatakan, dirinya sengaja menyambangi kantor PKJ yang ada di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memastikan agar proses lelang GKR bisa lancar dilakukan pada 1 Oktober mendatang.

"Ini simulasi mengenai lelang gula. Sehingga kita bisa tahu persis kesiapannya yang sesuai Permendag di Oktober. Kita mau tahu persis bagaimana kesiapan dari PKJ, kemudian juga disosialisasikan langsung pada industrinya. Mereka juga sudah sosialisasi ke buyer-nya industri maminnya (makanan dan minuman)," tuturnya di Kantor PKJ, Gedung BEI, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Enggar berharap dengan kebijakan baru ini, para IKM mamin bisa mendapatkan kesempatan untuk mengakses pembelian GKR. Sebab selama ini penyerapan GKR dari importir dikuasai oleh industri mamin besar saja. Sementara IKM hanya membeli 'sisa' GKR yang selama ini hanya mampu dilakukan oleh industri besar saja.

"Level of playing fielnd-nya IKM sama dengan yang besar. Sementara ini industri kecil itu yang 1 ton, 2 ton itu enggak punya playing field. Sumbernya mereka beli di pasar yang patut diduga dari yang bocor itu. Karena yang gula rafinasi ini hanya mau melayani yang besar jadi tidak diatur. Ngurus yang 1 ton dengan yang 100 ton itu kan effort-nya sama," turturnya.

Dengan sistem lelang, data penjual dan pembeli GKR juga lebih jelas. Dengan begitu menurut Enggar juga akan mengurangi rembesan GKR ke pasar biasa. Karena peruntukan GKR hanya untuk industri.

"Kedua yang bisa diatasi adalah rembesannya yang rata-rata 200-300 ribu ton per tahun. Dengan sistem ini maka kelihatan pembeli siapa, kelihatan siapa saja dengan barcode itu maupun dokumen itu gula jalan kemana kita bisa tahu. Dengan demikian maka ada reduksi semaksimal mungkin pengurangan," tukasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed