Gula Tak Standar Harus Digiling Ulang, Siapa Tanggung Biayanya?

Citra Fitri Mardiana - detikFinance
Senin, 28 Agu 2017 20:47 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Ribuan ton gula dari 18 pabrik gula dinilai tidak memenuhi standar layak konsumsi berdasarkan Commission For Uniform Methods of Sugar Analysis (ICUMSA). Gula-gula tersebut disegel Kementerian Perdagangan.

Dari 18 pabrik gula yang gulanya disegel, 3 pabrik diantaranya sudah kembali dibuka. Sementara pabrik lainnya yang nantinya terbukti tidak sesuai standar ICUMSA, diwajibkan untuk memproses ulang gulanya agar bisa kembali dijual.


PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X memiliki empat pabrik gula yang masih disegel mengaku akan bertanggung jawab penuh jika nantinya setelah melalui tahapan pengecekan pabrik gulanya dinyatakan melebihi ICUMSA 300. Termasuk dengan menanggung biaya pemrosesan ulang gula yang tidak sesuai standar.

"Untuk proses kami sudah hitung. Untuk reprocess itu butuh Rp 255.500 per ton. Itu kami alokasikan karena itu tanggung jawab kami. Kalau ada gula milik petani, maka akan kami proses, itu tanggung jawab kami," ungkap Direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo, di Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (28/8/2017).

Menurutnya, pihaknya telah mempersiapkan jika nantinya 4 pabrik gula dari total 5 pabrik yang disegel sebelumnya dinyatakan harus memproduksi kembali gulanya.

"Nah ini sedang kami tunggu, apakah itu sesuai SNI atau tidak. Kami komit bahwa kalau (gula) itu ada produk sekarang ada produk tahun lalu. Kami sudah siapkan pabrik-pabrik untuk reprocess," terangnya.


Sebelumnya, 1 pabrik gula milik PTPN X telah dibuka kembali setelah mengalami penyegelan. Sementara 2 pabrik gula lain milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) juga telah dibuka.

"Satu pabrik gula sudah dibuka dari 5 disegel, satu sudah dilepas. Karena dicek dari hasil analisa icumsa 180 max 300 sehingga bisa dilepas, yang lain masih menunggu," ujarnya. (dna/dna)