Follow detikFinance
Kamis 28 Sep 2017, 20:46 WIB

Gula Industri Kok Bisa Bocor ke Pasar, dari Mana Sumbernya?

Muhammad Idris - detikFinance
Gula Industri Kok Bisa Bocor ke Pasar, dari Mana Sumbernya? Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan akan menindak tegas para pihak yang memasok gula kristal rafinasi (GKR) ke pasaran. Gula tersebut selama ini hanya untuk industri, bukan gula konsumsi.

Sekretaris Jenderal Kemendag, Karyanto Suprih, mengatakan dari hasil temuan gula rafinasi yang dimusnahkan hari ini, Kamis (28/9/2017) rembesan gula bahan baku industri ini berasal dari industri makanan minuman pengguna gula rafinasi.

"Yang gula ini kita telusuri, yang bocorkan bukan produsen gula, tapi dari industri makanan minuman. Kita sudah surati ke produsen, perusahan makanan minuman yang rembesin ini supaya enggak disuplai lagi," kata Karyanto ditemui di lapangan parkir Kemendag, Jakarta, Kamis (28/9/2017).


Sedangkan dari 11 perusahaan produsen gula rafinasi di Indonesia, belum ada yang terbukti secara langsung merembeskan gula rafinasi mereka ke pasar. Namun jika terbukti, pihaknya tak segan-segan mencabut izin usaha dan izin impor raw sugar mereka.

"Kalau ada produsen yang ketahuan merembeskan akan dicabut izinnya. Enggak diberikan lagi izin impor," tandas Karyanto.


Lanjut dia, berdasarkan survey yang dilakukan PT Sucofindo (Persero), setiap tahun ada sekitar 300.000 ton gula rafinasi yang merembes ke pasar. Namun, sepanjang semester I 2017, pihaknya baru bisa menangkap 3 pelaku pemasok gula rafinasi sebanyak 21 ton ke pasar.

"Berdasarkan surveyor, setiap tahun sekitar 300.000 ton yang bocor. Ini yang kita tangkap tangan oleh Pak Dirjen (Perlindungan Konsumen) di Bogor dan Ciawi 20 sekian ton," pungkas Karyanto. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed