Follow detikFinance
Kamis, 28 Des 2017 19:23 WIB

Strategi Agar Pengrajin UKM di Jabar Bisa Maju

Muhammad Idris - detikFinance
Kunjungan Dekranasda Jabar ke Jatim/Foto: Dok. Pemprov Jabar Kunjungan Dekranasda Jabar ke Jatim/Foto: Dok. Pemprov Jabar
Jakarta - Di Jawa Timur, para pengrajin skala usaha kecil dan menengah (UKM), relatif mudah mendapatkan sumber pembiayaan maupun dukungan lainnya. Ini lantaran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim mampu bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Skema dukungan UKM inilah yang coba diadopsi di Jawa Barat. Ketua Dewan Dekranasda Jawa Barat, Netty Heryawan, mengaku terinspirasi pola pembiayaan pengrajin UKM tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke kantor Dekranasda Jatim. Selama ini, Dekranasda Jabar hanya bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat saja.

"Apa yang telah disampaikan tadi akan menjadi catatan bagi Dekranasda Provinsi Jawa Barat untuk terus memperbaiki pola kerja, pola hubungan dengan perangkat daerah yang ada di Provinsi Jawa Barat," tutur Netty dalam keterangan tertulis, Kamis (28/12/2017).

Saat pertemuannya dengan Dekranasda Jatim, terungkap sumber pembiayaan bersinergi dengan tujuh OPD di Pemprov Jatim, yakni berasal dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Penanaman Modal, dan Biro Administrasi Perekonomian.

"Sebetulnya selama ini metode kerja kita sudah seperti itu, namun pembiayaannya hanya dipusatkan pada satu perangkat daerah yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, nanti kalau ada kegiatan yang bisa menyertakan Dekranasda dengan pengrajin dan produk unggulannya biasanya kami tetap koordinasi," ujar Netty.

Guna mengadaptasi sistem koordinasi tersebut, Netty mengungkapkan, sebaiknya ada pembagian beban kerja pembiayaan yang didistribusikan pada berbagai perangkat daerah, bukan hanya dibebankan pada satu pihak, yakni Disperindag.

Menurut dia, keterlibatan perangkat-perangkat daerah, tentu dapat menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat mengakomodasi, baik pada Dekranasda maupun pada para perajin dan produsen lokal, agar dapat memperluas akses pasarnya, berjejaring, dan menambah wawasan tentang bisnis yang digelutinya.

"Meskipun kerja-kerja kita sudah mulai koordinatif tapi tentu akan lebih baik dan semakin prima. Termasuk peluang dan kesempatan kita untuk mempromosikan kerajinan semakin tahun yang mem-back up yang memberikan dukungan bukan hanya satu perangkat searah tapi beberapa perangkat daerah ikut mengalokasikan angaran untuk upaya-upaya pengembangan yang kita lakukan," jelas Netty.

"Mungkin ke depan akan kita elaborasi beberapa hal yang memang bisa langsung diadvokasi dengan beberapa perangkat daerah tertentu. Mudah-mudahan ini jadi satu hal yang dapat kita kawal baik dari sisi aturan, jadi semakin ringan beban yang kita miliki di disperindag karena memang ada pendistribusian beban kerja," tambahnya.

Lebih lanjut Netty mengatakan, pihaknya akan segera merancang pertemuan dengan berbagai OPD di lingkungan pemprov Jabar guna membentuk sistem koordinasi terpadu, dalam rangka meningkatkan potensi UKM se-Jabar. Ia sangat yakin, dampak positif sistem koordinasi ini bukan hanya dirasakan pada peningkatan kesejahteraan para pengrajin, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi kerajinan Jabar di pasar nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Jatim sekaligus Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Mochamad Ardi, mengatakan bahwa Dekranasda Jatim sudah lama bersinergi dengan stakeholder terkait dalam rangka pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) kerajinan di Jawa Timur.

Hal tersebut dilakukan agar nantinya pengrajin yang berada dibawah naungan Dekranasda Jatim mampu bersaing menuju tatanan global dengan mengikutsertakan para pengrajin ke event-event besar baik tingkat daerah, nasional maupun internasional.

"Jadi kita sinergitas dengan OPD terkait dengan UKM dan kerajinan. Ketujuh OPD inilah yang hari-harinya berkaitan dengan Dekranasda, sehingga kalau kami rapat baik tentang pameran, promosi, maupun pelatihan kami akan mengkutsertakan mereka (OPD terkait)," kata Ardi.

Lewat sinergi tersebut, sambungnya, peningkatan daya saing UKM di Jatim bisa lebih efisien. Manfaatnya pun bisa terasa lebih besar.

"Kami lakukan seperti ini karena ada beberapa kegiatan yang memang fungsinya Dekranasda, tapi harus kami padu padankan dengan Tim Terpadu Pameran Jatim, misalnya kita mau ke luar negeri atau ikut event besar, nah seluruh OPD tadi disatukan agar kekuatannya (dananya) besar," tutupnya. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed