Follow detikFinance
Selasa, 20 Feb 2018 18:25 WIB

Industri Manufaktur Bisa Jadi Andalan Serap Tenaga Kerja

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Industri manufaktur diyakini masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja ini juga diyakini bisa mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Namun, industri ini perlu diberikan perhatian khusus agar bisa tetap tumbuh baik dan memberikan manfaat bagi mereka yang terlibat di dalamnya.

"Sektor manufaktur harus tumbuh lebih cepat supaya bisa menampung orang yang tidak bisa bekerja di sektor agriculture ini lagi," kata Ekonom Raden Pardede dalam acara peluncuran buku ADB di Grand Hyatt Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018).


Industri manufaktur yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dinilai mampu mendongkrak ekonomi nasional. Terlebih lagi, industri yang berorientasi ekspor juga bisa menambah cadangan devisa Indonesia.

"Itu sebabnya menurut saya strategi industri menjadi kunci memberikan kesempatan supaya lebih. Multiplier effect di situ apa lagi kita ekspor maka dia akan menghasilkan devisa dan ketahanan ekonomi lebih kuat," ujar Raden.


Selain industri manufaktur, industri jasa juga perlu didorong karena memberikan manfaat yang tidak sedikit. Ke depan, industri manufaktur dan industri jasa perlu

"Manufaktur dikembangkan berkaitan service sector sehingga dua-duanya berkembang bersamaan. Ke depan manufaktur dengan jasa harus saling berkaitan satu sama lain," ujar Raden. (ara/hns)
Baca Juga
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed