Follow detikFinance
Selasa, 06 Mar 2018 13:29 WIB

Sri Mulyani Khawatir Ada Perang Bea Masuk Baja Karena Kebijakan Trump

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpandangan bahwa kebijakan Presiden Donald Trump mengenai peningkatan tarif bea masuk (BM) baja dan aluminium memiliki potensi buruk terhadap perekonomian dunia.

Sampai saat ini pemerintah Indonesia masih belum merespon lebih jauh mengenai kebijakan AS tersebut. Sebab, sampai saat ini masih dalam pembahasan.

"Ya kita lihat saja dulu, di AS sendiri dinamika mengenai itu sendiri sedang diperdebatkan antara Presiden Trump dengan Kongres dan Senat-nya," kata Sri Mulyani di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (6/3/2018).


Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengkhawatirkan jika kebijakan mengenai tarif bea masuk baja dan aluminium ini membuat negara lain juga menerapkan serupa sehingga menyebabkan perang tarif.

"Namun tentu saja kalau sampai terjadi adanya retorika untuk saling membalas dari sisi tarif, sejarah dunia sudah menunjukkan kalau terjadi perang dagang maka dampaknya buruk terhadap ekonomi dunia, itu sudah beberapa kali terjadi di dalam," ungkap dia.


Diketahui, pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump akan menerapkan tarif bea masuk (BM) tinggi hingga 25% yang berlaku untuk seluruh negara, dan aluminium sebesar 10%. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed