Ini 5 Sektor Industri yang Jadi Fokus Jokowi di Era Digital

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 04 Apr 2018 10:39 WIB
Ilustrasi/Foto: Xiaomi
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meresmikan peluncuran peta jalan atau roadmap industri 4.0. Lewat peta jalan tersebut, pemerintah akan mendorong pembangunan industri manufaktur untuk bisa berdaya saing global melalui percepatan implementasi Industri generasi ke-empat atau 4.0.

Peta jalan itu akan menjadi tuntunan strategi pengembangan industri Indonesia dalam memasuki era digital yang sedang berjalan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan industri nasional membutuhkan konektivitas serta interaksi melalui teknologi, informasi dan komunikasi yang terintegrasi dan dapat dimanfaatkan. Hal itu untuk bisa mencapai efisiensi dan peningkatan kualitas produk.



Roadmap yang dinamakan Making Indonesia 4.0 ini, kata Airlangga, bakal memberikan suatu arah yang jelas bagi pergerakan industri nasional di masa depan, termasuk fokus pada pengembangan Iima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan.

"Penyusunan peta jalan ini telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan, muIai dari institusi pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, penyedia teknologi, maupun lembaga riset dan pendldikan," kata Airlangga di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Untuk penerapan awal Industri 4.0, Indonesia akan berfokus pada Iima sektor manufaktur, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektonik.

"Sektor ini dipilih setelah melalui evaluasi dampak ekonomi dan kriteria kelayakan Implementasi yang mencakup ukuran PDB, perdagangan, potensi dampak terhadap industri Iain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar," terangnya.



Airlangga meyakini, dengan adanya komitmen serta partisipasi aktif dari seluruh pihak tersebut, implementasi Industri 4.0 di Indonesia bisa berjalan sukses dan sesuai sasaran. Dengan implementasi roadmap tersebut, kata Airlangga, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 2% pertahun.

Bila demikian, maka industri manufaktur akan berkontribusi sebesar 21-26% terhadap PDB pada tahun 2030.

"Implementasi Making Indonesia 4.0 yang sukses akan mampu mendorong pertumbuhan PDB riil sebesar 1-2% per tahun, sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari baseline sebesar 5% menjadi 6-7% pada periode tahun 2018-2030," kata dia.

(fdl/eds)