Follow detikFinance
Rabu, 04 Apr 2018 11:41 WIB

Jokowi: Kalau Tidak Impor Garam, Industri Bisa Berhenti

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Muhammad Idris Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Kementerian Perindustrian telah ditetapkan sebagai instansi yang memberikan rekomendasi impor garam industri. Kebutuhan garam industri sebesar 3,7 juta ton di 2018.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan impor bahan baku harus dilakukan, sebab kualitas garam industri berbeda dengan yang produksi oleh petani lokal.

"Kita harus realistis ya bahwa industri kita butuh yang namanya garam dengan kualitas beda yang dihasilkan oleh petani garam. Itu beda, pasar beda, segmen beda, kualitas beda. Kalau kita tidak impor garam industri, akibatnya apa? industri bisa berhenti meskipun penggunaannya hanya 2% tapi juga jadi kunci," kata Jokowi usai meresmikan roadmap Making Indonesia 4.0 di JCC, Rabu (4/4/2018).


Menurut Jokowi, garam industri dibutuhkan oleh banyak sektor, seperti otomotif yang menjadi campuran pembuatan ban, lalu pembuat kaca, kosmetik, makanan dan minuman, farmasi, dan lainnya.

"Tolong dibedakan garam industri dengan garam rakyat, saya pantau terus, harga garam yang di Madura, NTT, Aceh masih pada posisi harga yang baik," ungkap dia.

Tidak hanya itu, Mantan Wali Kota Solo ini juga sudah memerintahkan seluruh aparat penegak hukum untuk menjaga realisasi impor garam khusus industri agar tidak rembes di pasar.


"Sudah saya perintah kepada aparat untuk menjaga agar ini tidak merembes," tutup dia. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed