Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 06 Mei 2018 17:21 WIB

Jumlah Pabrik Rokok Berkurang, dari 600 Tinggal 100

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Saham-saham produsen rokok ternyata juga ikut terjungkal. Tren penurunan saham-saham rokok terlihat sejak awal tahun. Nuansa negatif juga dirasakan di sektor riil.

Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) mencatat, ada penurunan jumlah pabrik rokok yang aktif berproduksi.

"Pabrikan rokok di Indonesia yang memiliki izin sebanyak 600 pabrik. Namun hanya 100 pabrik yang masih aktif berproduksi setiap harinya," kata Ketua GAPPRI Ismanu Soemiran kepada detikFinance, Minggu (6/5/2018).


Tak berproduksinya sejumlah pabrik tersebut, lanjut dia, turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja di sektor produksi rokok.

"Yang aktif ini mayoritas pabrik besar. Jumlah karyawan juga ada penurunan, sehingga dari 600 ribu karyawan kini yang tersisa 450 ribu karyawan," katanya.

Terpisah, Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moeftie menjelaskan, industri rokok dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami penurunan volume penjualan sekitar 1-2%.


Jika tarif cukai rokok pada tahun depan dinaikkan lebih tinggi lagi dari 2018 ini, dia khawatir industri rokok akan semakin terpuruk.

"Kemungkinan (volume penjualan turun) itu bisa saja terjadi kalau keadaan seperti ini," ucapnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed