Follow detikFinance
Kamis, 21 Jun 2018 17:32 WIB

Gerai Starbucks di AS Tutup Karena Kopinya Mahal?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Persaingan dalam bisnis adalah hal yang lumrah terjadi. Ini juga berlaku untuk kedai kopi ternama, Starbucks di Amerika Serikat (AS).

Karena terhimpit persaingan dengan gerai kopi lain dan restoran cepat saji yang juga menjual kopi dengan harga murah. Starbucks berencana menutup sebanyak 150 gerai di AS.

Mengutip Reuters, Starbucks kalah saing dengan McDonald's dan Dunkin Donuts dalam penjualan kopinya. Proyeksi penutupan gerai ini membuat saham Starbucks terkoreksi 2% kemarin.


Chief Executive Starbucks Kevin Johnson menjelaskan penjualan di seluruh dunia masih akan mengalami kenaikan meski hanya 1%. Jauh di bawah perkiraan dan proyeksi analis yang bisa tumbuh 3%.

"Kami yakin hanya sementara. Saat ini kami juga memiliki biaya besar untuk investasi meskipun kinerja kami beberapa waktu terakhir tak sesuai dengan target," kata Johnson, dikutip dari Reuters, Kamis (21/6/2018).

Starbucks juga memiliki rencana baru untuk ekspansi bisnis. Misalnya opsi penjualan lisensi toko.


Tahun depan, perusahaan berupaya untuk melakukan inovasi yakni dengan mengenalkan minuman dingin baru seperti rasa buah naga dan mangga. Ini karena tren kesehatan dan kebugaran terus meningkat.

Pada awalnya, peritel kopi dan teh ini akan diberi nama Pequod, nama sebuah kapal dalam novel klasik karangan Herman Melville, Moby Dick. Ketika ide itu dibuang, manajemen perusahaan akhirnya memilih nama kelasi satu (first mate) alias asisten kapten di kapal tersebut yang bernama 'Starbuck'. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed