Follow detikFinance
Kamis, 21 Jun 2018 18:37 WIB

Punya Bisnis Kopi? Begini Tips Agar Tak Tutup Seperti Starbucks di AS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Bisnis Kopi Foto: Agung Pambudhy Bisnis Kopi Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Starbucks berencana menutup 150 gerai di Amerika Serikat (AS) tahun depan. Penutupan dilakukan karena banyak tempat yang menjual kopi dengan harga yang lebih murah.

Sebelum rencana ini, Starbucks memang sudah menutup sekitar 50 gerai selama satu tahun terakhir.

Lalu bagaimana tips jika kedai kopi ingin langgeng dan tidak menutup gerai seperti Starbucks ini?
Ketua umum Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) Anton Apriyantono menjelaskan penjual kopi harus memiliki inovasi yang baik. Pasalnya saat ini prospek kopi di Indonesia masih sangat cerah.

"Prospeknya masih sangat bagus, karena penduduk Indonesia itu menyukai kopi. Jadi jangan khawatir karena masih sangat bagus," kata Anton saat dihubungi detikFinance, Kamis (21/6/2018).

Menurut dia, penjual kopi juga harus memperhatikan cita rasa, harga dan pelayanan. Anton menyebut jika ketiga hal ini sudah dijalankan maka usaha kopi ini akan berjalan lancar meskipun ada banyak pesaing.

"Persaingan pasti ada dan memang ketat, tapi ketika kita sudah memiliki cita rasa, harga yang bersaing maka usaha bisa berjalan baik. Memang tergantung inovasi yang dilakukan," ujar dia.
Anton menambahkan, saat ini selain berdagang kopi, penjual juga harus melakukan edukasi konsumen terkait kopi lokal. Karena kopi lokal memiliki kualitas yang sangat baik dan tidak kalah dari kopi impor.

Jika menggunakan kopi lokal, maka bukan tidak mungkin untuk menekan biaya operasional sehingga harga jual bisa lebih murah.

"Kopi lokal itu sangat bagus, sebagai warga Indonesia kita juga harus bangga mengkonsumsi kopi lokal, banyak ragamnya kok di Indonesia," ujar dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed