Follow detikFinance
Jumat, 29 Jun 2018 14:47 WIB

RI Perlu Cari Terobosan Baru Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) berdampak buruk bagi industri berbahan baku impor, terutama makanan-minuman (mamin). Apalagi pagi ini dolar AS menyentuh level Rp 14.410.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman menyampaikan Indonesia harus mulai meningkatkan bahan baku lokal untuk industri. Tujuannya agar industri tak melulu bergantung impor.

"Perlu terobosan lah, karena kita secara mendasar harus diperbaiki adalah di sektor hulunya supaya peningkatan produksinya di pertanian, perikanan, peternakan itu bisa ditingkatkan," katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (29/6/2018).



Bahan baku di sektor hulu perlu ditingkatkan agar mampu menyuplai kebutuhan industri. Hanya saja, dia memahami untuk mengimplementasikan itu butuh waktu.

"Tapi itu kan tidak bisa segera ya. Butuh perencanaan, butuh jangka waktu lumayan panjang dan sebagainya," terangnya.

Sebagai gambaran, dia menjelaskan bahan baku yang masih diimpor untuk memenuhi kebutuhan industri mamin. Jumlahnya pun tak sedikit.

"Banyak (yang masih diimpor), mulai dari terigu. Kalau terigu sudah pasti 100% ya, gula 100% juga, garam 70%, susu 80%, pewarna makanan segala macam itu kira kira 70%, kemudian kedelai 70% juga," sebutnya.

"Itu untuk gambarannya. Jadi tentunya sangat prihatin sekali karena kita ketergantungan impor sangat besar," tambah dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed