Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Jul 2018 12:35 WIB

Mau Hidupkan Pabrik, Kertas Kraft Aceh Butuh Rp 1 Triliun

Agus Setyadi - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Banda Aceh - PT. Kertas Kraft Aceh (Persero) ingin beroperasi kembali di Aceh Utara setelah 11 tahun kolaps sejak 2007. Rencananya, tahun ini mulai dilakukan revitalisasi pabrik dan butuh waktu sekitar 3 tahun.

"Untuk revitalisasi pabrik dan pengelolaan hutan memerlukan dana sekitar Rp 1 triliun," kata Direktur Utama PT. Kertas Kraft Aceh (KKA) Seto Karjanto, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/7/2018).

Rencana menghidupkan kembali pabrik kertas ini sudah disampaikan kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Pada Senin (16/7) lalu, pihak PT KKA bertemu Nova di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh. Pertemuan dihadiri pejabat di Aceh dan Komisaris serta Direktur PT KKA.


Menurut Seto, rencana pengoperasian PT KKA sudah dimulai sejak tahun lalu, namun hingga kini belum terealisasi. Untuk kembali beroperasi, ada empat aspek penting yang harus dilakukan PT KKA yaitu ketersediaan bahan baku, revitalisasi pabrik, pemasaran dan penyelesaian kewajiban PT KKA dengan para kreditor setelah pabrik beroperasi kembali.

Untuk tahap pertama akan dilakukan penanaman areal hutan pinus dan kemudian melakukan studi kelayakan. Selain itu juga dilakukan revitalisasi pabrik selama tiga tahun yang akan dimulai pada tahun ini.

"Sedangkan untuk produksi komersial ditargetkan akan dimulai pada tahun 2021," kata Seto.


Seto memprediksi, jika PT KKA kembali beroperasi akan mampu menyerap tenaga kerja mencapai 9600 orang dengan multiplier effect sampai dengan 30.000 tenaga kerja. Selain itu ,juga akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Untuk itu, kami meminta dukungan dari Pemerintah Aceh agar rencana pengoperasian PT. KKA dapat segera terwujud," jelasnya.

Sementara itu, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan, Pemerintah Aceh sangat mendukung upaya pengoperasian kembali PT. KKA. Terlebih pengoperasian pabrik ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar.

"Kita ingin agar ini bisa segera dieksekusikan dan tereaslisasi sesuai dengan apa yang sudah direncanakan," kata Nova. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed