Follow detikFinance
Jumat, 20 Jul 2018 15:32 WIB

Yusuf Mansur hingga Sukhoi Pernah Berniat 'Bangunkan' Merpati

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) sudah cukup lama tak beroperasi alias 'mati suri'. Maskapai pelat merah ini tak beroperasi sejak tahun 2014.

Bukan tanpa alasan, maskapai ini tak bisa mengudara karena terlilit utang. Utang itu sudah mencapai Rp 10,7 triliun pada saat ini. Sejumlah pihak pun pernah berniat membantu Merpati bangkit keterpurukan.

Dalam catatan detikFinance, ustadz kondang Yusuf Mansur ternyata pernah berminat menjadi mitra Merpati. Yusuf Mansur berencana menyediakan dana untuk pengadaan pesawat bagi Merpati.

"Pak Yusuf Mansur. Dia partner KSO (Kerjasama Operasi). Dia kumpulkan orang beli pesawat untuk Merpati," ucap Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo di Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan ustadz kondang ini. Nantinya, Yusuf Mansur cukup menyediakan uang muka untuk pengadaan armada bagi Merpati.

"Sudah pembicaraan dengan Pak Yusuf Mansur. Seperti kerjsama dengan Kabupaten. Kita hitung harga pesawat, biaya operasi. Dia beli pesawat. Dia bayar 20%, cicilan dibayar dari operasi. Kalau lebih dibagi hasilnya," jelasnya.


Saksikan juga video 'Mimpi Ustaz Yusuf Mansur Membranding Stadion GBK':

[Gambas:Video 20detik]



Selain menggandeng Yusuf Mansur, Merpati akan mengundang masyarakat dan pengusaha untuk menjadi mitra Merpati. Nantinya, dana yang dihimpun akan digunakan sebagai uang muka atau biaya sewa pesawat. Pesawat sendiri akan dioperasikan oleh Merpati.

"Partnernya bisa siapa aja. Bisa bupati, kecamatan, koperasi, ustadz Yusuf Mansur. Kepemilikan satu pesawat itu tidak perlu satu orang. Satu pesawat itu bisa dimiliki banyak orang. Satu pesawat dioperasikan cicilannya dari operasi dan akhirnya pesawat punya orang," terangnya.

Tak hanya itu, produsen pesawat dunia yakni Sukhoi asal Rusia dan Xian asal China pernah berniat membantu Merpati. Produsen pesawat ini pernah bertemu pejabat Kementerian BUMN.

"Produsen pesawat Rusia dan China ketemu saya. Mau kerjasama sama Merpati, silakan. Bawa pesawat silakan. Bentuknya kerjasamanya apa terserah," kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Wahyu Hidayat usai rapat pimpinan Kementerian BUMN di Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Wahyu menjelaskan pasca pertemuan antara dirinya dan dua produsen pesawat tersebut, belum ada pertemuan lanjutan. Sehingga belum bisa diputuskan mitra Merpati yang bersedia memasok pesawat. "Belum datang lagi. Nggak ada targetnya," ujarnya.

Saat ditanya bagaimana program penyelamatan Merpati. Wahyu hanya menegaskan pemerintah tidak akan menyuntikkan dana segar lagi ke maskapai ekor kuning itu.

"Yang jelas pemerintah nggak mau menginjeksi dana lagi," tutupnya.

Yusuf Mansur hingga Sukhoi Pernah Berniat 'Bangunkan' Merpati
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed