Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Agu 2018 18:34 WIB

Curhat ke Darmin, Petani Minta Serap Gula Lokal yang Tak Laku

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Mindra Purnomo Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Kebijakan pemerintah untuk mengimpor gula 1,1 juta ton di tahun ini mendapatkan respons negatif dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI).

Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen menjelaskan pihaknya keberatan dengan adanya kebijakan impor. Jika memang pemerintah ingin memasukkan gula impor, maka pemerintah harus menyerap gula milik petani.

"Pemerintah harus bertanggung jawab atas gula petani yang tidak laku akibat banjirnya gula impor. Pemerintah harus membeli seluruh gula petani yang tidak laku dengan harga Rp 9.700/kg baik yang digiling di pabrik gula BUMN maupun di pabrik gula swasta tanpa ada diskriminasi . Saat ini gula petani hanya ditawar pedagang Rp 9.100- Rp 9.200/kg," kata dia kepada awak media usai bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Rabu (29/8/2018).


Ia menginginkan Bulog yang ditugasi oleh pemerintah untuk membeli gula petani dengan harga Rp 9.700/kg. Ia yang mewakili para petani juga menginginkan agar gula yang menumpuk di gudang pabrik gula kurang lebih 500 ribu ton untuk dibeli.

"Kita stok ada 500 ribu ton diharapkan pemerintah melalui Bulog bisa membeli," papar dia.

Sementara itu ketika ditanya mengenai hasil rapat dengan petani tebu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution tidak banyak berkomentar.

Ketika ditanya mengenai apa saja yang dibahas dalam rapat Darmin hanya menjawab mengatakan aktivitas diskusi soal dengar pendapat.

"Ya, kita dengarkan saja," kata dia.


Ketika ditanya lebih rinci mengenai apakah pemerintah akan menyerap gula yang diajukan oleh asosiasi petani tebu, Darmin tidak menjawab pertanyaan tersebut.

Sebagai informasi, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan sejak awal tahun telah menerbitkan izin impor untuk lebih dari 900 ribu ton gula mentah (raw sugar) untuk diolah menjadi gula konsumsi.

Setelah mengeluarkan izin tersebut rencananya Kemendag akan mengeluarkan Persetujuan Impor (PI) raw sugar lagi sebanyak 111.682 ton.

Jika dikalkulasikan dengan izin impor dari awal tahun hingga saat ini, Indonesia telah mengimpor gula mentah sebesar 1,1 juta ton. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed