"Untuk tahun depan, PT INKA akan mengekspor 3 lokomotif, 6 trainset Diesel Multiple Unit (DMU) dan 15 kereta penumpang untuk diekspor Filipina, menindaklanjuti kontrak beberapa waktu lalu," terang Bayu di Pabrik INKA, Madiun, Kamis (11/10/2018).
Dalam kunjungan tersebut ada 10 anggota Komisi VI DPR, didampingi Asisten Deputi Pertambangan Industri Strategi & Media Kementrian BUMN, Yuni Suryanto. Rombongan anggota DPR bersama Bayu Waskito serta pihak manajemen PT INKA berkeliling melihat produksi kereta pesanan Filipina dan Banglades serta kereta LRT Jabodebek pesanan PT KAI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Komisi VI DPR, Azam Azman Natawijana mengatakan akan mendukung pengembangan PT INKA, termasuk usulan mendapat penyertaan modal negara sebesar Rp 3 triliun.
"PT INKA sebagai BUMN industri strategis memerlukan dukungan, dan juga pengawasan pemerintah. Sebagai perusahaan penerima Penyertaan Modal Negara (PMN), kita sangat mendukung untyk kemajuan industri INKA," kata Azam.
"Kunjungan pada kesempatan kali ini bertujuan melakukan peninjuan kinerja BUMN yakni INKA, dalam hal ini yang sedang mengembangkan pasar potensial domestik dan internasional. Hasilnya cukup bagus setelah kita tinjau," sambungnya. (hns/hns)











































