Follow detikFinance
Jumat, 09 Nov 2018 16:46 WIB

Cerita Petani, Pendapatan Berkurang Gegara Harga Garam Turun

Deny Prasetyo Utomo - detikFinance
Foto: Deny Prasetyo Utomo/detikcom Foto: Deny Prasetyo Utomo/detikcom
Surabaya - Musim kemarau yang cukup panjang ternyata tak berdampak signifikan terhadap petani garam di kawasan Tambak Oso Wilangon, Surabaya. Meski panen melimpah, namun pendapatan petani garam justru turun.

Misnal (55), salah satu petani garam di Surabaya mengaku harga garam di musim panen tahun ini merosot. Tahun lalu, harga garam Rp 1.500 per kilogram, namun tahun ini turun menjadi Rp 1.200 per kilogram.

"Tahun lalu per minggunya bisa mendapatkan hasil sekitar Rp 200 ribu. Kalau tahun ini sama. Tapi biasanya lebih satu minggu baru bisa panen," kata Misnal kepada detikcom, Jumat (9/11/2018).


Misnal menggarap lahan atau tambak garam milik orang seluas 3 hektare. Untuk penghasilan, Misnal sepakat dengan pemilik untuk membagi pendapatan 1:2. Misnal menyebutnya dengan telon atau dua untuk pemilik lahan dan satu untuknya.

"Hasilnya dibagi telon sama juragan, tapi dengan kesepakatan harga umumnya garam berapa. Dari situ kita bisa menentukan nominalnya," terang Misnal.

Meski tahun ini hasil garam melimpah. Misnal mengakui nominal uang yang ia dapat tidak sebanyak tahun lalu.

"Tahun lalu, saya bisa mendapatkan 2.000 sak ukuran 50 kilogram. Uangnya sekitar Rp 4 jutaan, itu sudah dibagi sama juragan. Tapi tahun ini saya memang bisa mendapatkan 3.000 sak lebih tapi uangnya tak sebanyak tahun lalu," ujar Misnal yang melakukan panen terakhir karena musim hujan telah tiba.


Misnal dan petani garam lain heran dengan harga garam yang turun tahun ini. Misnal merasa seperti ada permainan dalam harga garam.

"Mungkin ada permainan saya nggak tahu. Sekarangkan banyak garam dari luar yang banyak masuk. Mungkin itu salah satu faktornya," tandas pria asal Sumenep itu. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed