Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 13 Nov 2018 14:52 WIB

Mau Terbang Lagi, Merpati Harus Siapkan Syarat Ini

Lisye Sri Rahayu - detikFinance
Foto: Andhika Akbarayansyah Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berencana untuk kembali mengudara di 2019. Saat ini, Maskapai yang dianggap mati suri itu masih menunggu hasil Pengadilan Niaga Surabaya terkait keputusan hasil Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap agar Merpati bisa kembali beroperasi. Namun, kata dia, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh Merpati selaku maskapai untuk bisa mengudara lagi tahun depan.

"Ya memang kita berharap Merpati bisa recover ya. Tapi memang (ada) syarat-syarat yang umum bisa dilakukan oleh satu penerbangan harus diikuti," kata Budi Karya usai rapat kerja di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Budi Karya menjelaskan, untuk bisa kembali mengudara Merpati harus menyiapkan syarat operasional yang diperlukan, mulai dari armada pesawat hingga pilot.


"Artinya mereka harus punya beberapa, mereka harus punya armada, punya awak, pilot itu harus dipenuhi. Saat ini belum ada satu aplikasi yang langsung kepada kami. Nanti kalau ada aplikasi pasti akan kami beri tahu," jelasnya.

Lebih lanjut Budi Karya mengingatkan, agar persoalan utang seperti yang dialami Merpati ini tak kembali terjadi, maskapai harus bisa memanfaatkan armada serta sumber daya yang ada. Khususnya sumber daya manusia (SDM). Sebab SDM merupakan hal yang penting dalam menjaga kinerja sebuah maskapai penerbangan.

"Ya memang dari awal mesti konservatif ya. Karena memang dunia penerbangan ini sangat ketat jadi asumsi-asumsinya itu tidak boleh terlalu longgar harus ada operasi yang ketat. Jadi kalau orang terlalu banyak yaitu nunggu waktu untuk tidak bisa kompetitif," kata dia.

"Jadi orangnya harus efisien orangnya harus kompeten. Armadanya juga harus sehat. Dengan orang yang kompeten dan armada yang sehat itu memudahkan. Tapi kalau armadanya tidak baik terus orangnya juga terlalu banyak. Ini kan membuat kesehatan dari pada perusahaan itu bermasalah," tutupnya.




Tonton juga 'Pesawat Terbang di Dekat Gedung Tinggi Gegerkan Brisbane':

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com