Susi Minta Mendag Kurangi Kuota Impor Garam untuk Stabilkan Harga

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Senin, 17 Des 2018 17:06 WIB
Foto: Dok
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan bahwa dirinya akan meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita untuk mengurangi kuota impor garam. Hal itu dilakukan agar harga garam stabil.

Susi mengungkapkan saat ini harga garam mengalami fluktuasi karena adanya impor. Sehingga petani garam mengalami kerugian.

"Kalau kita boleh mengatur seperti 2016 petaninya makmur, produksinya naik. Sekarang produksinya naik tapi harga kadang-kadang turun karena pelaku impor pas panen," jelas dia di konferensi pers di KKP, Jakarta, Senin (16/12/2018).

Lebih lanjut, ia menjelaskan harga garam lokal bisa turun menjadi Rp 1.000 per kilogram (kg) bila pemerintah melakukan impor. Padahal seharusnya harga berada di kisaran Rp 1.500 per kg.


"Kalau impornya digerojokan, garam murah dari luar negeri ya pasti petani garam akan rendah, Rp 1.000 perak, kasihan sekali petaninya. Harusnya petani dapat Rp 1.500 ke atas," sambung dia.

Maka dari itu, untuk menstabilkan harga garam Susi berencana untuk meminta Enggar menurunkan jumlah kuota impor. Dengan begitu impor garam tidak akan berlebih di pasaran.

"Makanya saya akan minta ke Mendag mengurangi kuota impornya, saya akan minta secara surat, sesuai dengan jumlah produksi yang naik maka impor harus turun. Tidak boleh membanjiri pasar untuk menurunkan harga para petani," tegas dia.

Sebagai informasi, pemerintah telah mengeluarkan izin impor garam sebanyak 2,37 juta ton. Angka itu lebih kecil dari kebutuhan sebesar 3,7 juta ton.

(fdl/fdl)