Jadi Freelance Bisa Ikut Dorong Perekonomian RI

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Selasa, 18 Des 2018 18:06 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Bekerja di sektor informal atau freelance banyak dilakukan oleh generasi milenial saat ini. Pekerjaan di sektor informal ini ikut berdampak positif terhadap perekonomian nasional.

Menurut Direktur CORE Indonesia Piter Abdullah dampak positif terjadi karena adanya pembukaan lapangan pekerjaan. Pasalnya, sumber daya manusia (SDM) memiliki peluang untuk mengembangkan sayapnya ke dunia internasional.

"Fenomena ini positif untuk perekonomian secara makro antara lain dengan menciptakan lapangan kerja. Ada peluang yang sangat besar untuk SDM kita khususnya kelompok milenial bekerja secara internasional. Kita tahu bagaimana sudah mulai banyak pekerja profesional kita khususnya di bidang kreatif sudah direkrut oleh perusahaan internasional," jelas dia kepada detikFinance, Selasa (18/12/2018).

Dengan adanya peluang bekerja di luar Indonesia, maka freelance bisa menghasilkan devisa untuk negara. Maka dari itu, pekerjaan freelance berdampak positif terhadap perekonomian.


Selain itu, ia juga menyoroti masalah ketenagakerjaan. Sebab, Piter menilai freelance bisa menjadi solusi dari tingginya angka pengangguran.

"Itu semua sangat potensial menghasilkan devisa. Fenomena ini juga menjadi solusi untuk tumbuhnya kegiatan produktif tanpa dibebani
kompleksitas masalah ketenagakerjaan. Saya kira banyak startup yg diawali dengan memanfaatkan tenaga freelance," jelas dia.

Sementara itu, ia mencontohkan pekerjaan freelance yang bisa mendorong perekonomian seperti desainer, pelukis komik, dan yang berkaitan dengan IT.

"Pekerjaan ahli komputer yang menangani special effect film-film Hollywood biasanya dilakukan secara freelance," tutup dia.

(fdl/fdl)