Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 28 Des 2018 11:23 WIB

Anak Krakatau Siaga, Industri di Cilegon Tetap Beroperasi

Muhammad Iqbal - detikFinance
Foto: Antara Foto Foto: Antara Foto
Cilegon - Status Gunung Anak Krakatau naik status dari waspada menjadi siaga. Masyarakat diimbau agar waspada adanya potensi tsunami susulan. Meski begitu, industri di Kota Cilegon tetap beroperasi seperti biasa.

Di pesisir pantai sepanjang Merak-Ciwandan, industri kimia berdiri di sepadan garis pantai. Tangki pengolahan kimia berjejer tepat di pinggir laut.

Potensi tsunami menerjang kawasan industri bukan tidak mungkin terjadi mengingat status Anak Krakatau naik ke level III. Para pelaku industri mewaspadai akan hal tersebut.


"Berjalan seperti biasa, kan kita monitor kita koordinasi juga. Sampai hari ini belum ada tindakan apa-apa tetap normal bekerja semua sambil berdoa," kata Corporate Affair PT Indorama Petrochemical, Malim Hander Joni saat dikonfirmasi, Jumat (28/12/2018).

Mitigasi bencana di kawasan industri kimia sudah disiapkan meski alat yang dipakai masih standar lama. Jika seperti tsunami Selat Sunda kemarin, alat itu kemungkinan tak berfungsi lantaran tsunami tak didahului gempa.

"Kalau untuk misalnya alat tsunami kita masih pake yang lama tapi tentu berbeda kasus kalau kasusnya gempa berbeda. Kalau gempa didahului kerusakan struktur kalau seandainya (terjadi tsunami) kita lari ke pabrik sendiri cari gedung yang paling tinggi," ujarnya.

Kalaupun tsunami Selat Sunda menerjang, proses produksi akan langsung dimatikan. Hal itu mengingat bahaya bahan kimia yang menyeruak ke udara hingga berdampak ke pemukiman warga dapat menimbulkan berbagai penyakit.

"Kalau dia mendadak kan tergantung waktunya, kita matiin saja selesai, kalau normal kita harus butuh lama satu hari, kan yang di dalam itu ada yang sedang diproses. Nah kalau nunggu selesai kan satu hari," tuturnya.



Senada dengan Joni, Human Resource Development PT Krakatau Posco, Wisnu Kuncoro mengatakan, pihaknya tetap siaga terkait potensi tsunami yang ditimbulkan erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Jadi kalau ada bencana apa yang harus dimatikan, itu langkah-langkah itu sudah ada, kemudian karyawan yang kebetulan ada di office dikasih notice dikasih imbauan agar lebih waspada dan titik evakuasi ke mana," jelasnya.

Hingga saat ini, pabrik pengolahan baja itu berjalan normal seperti biasa. Kesiap siagaan pihak industri tetap dilakukan dengan terus berkoordinasi dengan otoritas berwenang soal kebencanaan.

"Yang pasti prosedur tanggap darurat itu di kami sudah ada. Jadi tidak hanya karena bencana ini protapnya itu sudah ada," tutupnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com