Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 11 Jan 2019 13:39 WIB

Solusi Pemerintah Dongkrak Harga Karet Petani

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Pool (Youtube) Foto: Pool (Youtube)
Jakarta - Pemerintah sepakat untuk memberikan pembinaan kepada para petani karet di Indonesia agar produknya bisa diserap dengan harga yang tinggi. Sampai saat ini, harga karet dari petani masih di bawah rata-rata harga jualnya.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang mengatakan, pembinaan pemerintah kepada para petani karet tanah air adalah mengenai kualitas dari produk itu sendiri

Pasalnya, pemerintah akan menggunakan karet dalam negeri sebagai campuran pembuatan aspal jalan.


"Ini sedang kita tindak lanjuti. Tapi kan harus ada spesifikasi teknis untuk bisa penuhi permintaan untuk dijadikan bahan dasar pengolahan karet untuk aspal. Jadi kita dorong treatment yang diberikan kepada petani," kata Bambang usai rakor karet di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Rakor karet dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung sampai sekitar pukul 10.45 WIB. Turut hadir dalam rakor tersebut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan.

Dalam rakor itu, kata Bambang, pemerintah sudah menetapkan spesifikasi atau kualitas karet yang dijadikan sebagai campuran membuat aspal. Oleh karenanya, pembinaan terhadap petani untuk saat ini harus gencar dilakukan pemerintah.

Berdasarkan volume, kata Bambang, produksi karet nasional sebesar 3,7 juta ton. Sedangkan yang dibina pemerintah sebesar 220 ribu ton dan ini yang harus disesuaikan kualitasnya dengan ketentuan Kementerian PUPR dan Kementerian Perindustrian sebagai campuran aspal.

"Tinggal ditingkatkan lagi kualitasnya untuk penuhi pasar dalam negeri," ujar dia.


Dengan adanya penyesuaian kualitas, maka harga jual karet di tingkat petani pun akan mengalami peningkatan sebesar Rp 4.000-Rp 5.000 per kilogram (kg). Harga karet sempat jatuh di angka Rp 3.000 hingga 4.000 per kilogram (kg). Padahal, seharusnya harga karet idealnya berada di angka Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kg.

"Dengan peningkatan mutu bongkar itu menjamin peningkatan harga Rp 5.000 per kg," ujar dia.

Tidak hanya itu, penetapan harga karet untuk campuran aspal diharapkan sebesar Rp 9.000-Rp 10.000 per kg. Sehingga ada keuntungan yang wajar didapat para petani.

"Artinya kita dorong petani hasilkan spek yang dibutuhkan itu supaya harganya bisa masuk. Jadi petani dapat untung yang wajar," tutup dia. (hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed