Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 24 Jan 2019 15:48 WIB

PTDI Serahkan Pesanan Alutista Kemenhan, Berapa Harganya?

Dony Indra Ramadhan - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Hasan Alhabshy Ilustrasi/Foto: Hasan Alhabshy
Bandung - PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI nyaris telah merampungkan seluruh pesanan pesawat udara dan helikopter dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Hanya tinggal satu unit heli yang rencananya akan dimodifikasi penuh dengan persenjataan. Lalu berapa kocek yang dikeluarkan untuk alutista itu?

Ada dua alutista yang dirampungkan PTDI atas pesanan Kemenhan untuk digunakan TNI AL. Berdasarkan teken kontrak antar keduanya, PTDI membuat 11 unit Heli Anti Kapal Selam (AKS) dan dua unit pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA).

"Heli AKS 120 juta euro untuk MPA US$ 59 juta," ucap Kepala Staff Umum (Kasum) Panglima TNI Laksamana Madya TNI Didit Herdyawan usai serah terima pesawat dan heli di Gedung PTDI, Bandung, Kamis (24/1/2019).


Sementara itu Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Laksamana Muda TNI Agus Setiadji tidak merinci harga per unit dari alutista itu. Namun dia hanya membocorkan angka untuk heli AKS.

"Untuk basic (tanpa full spesifikasi) 10 juta (euro). Kalau full 17 juta (euro)," kata dia.

Agus mengatakan dari 11 heli tersebut, dua di antaranya akan dilengkapi dengan teknologi canggih yang akan mendukung kebutuhan TNI AL di laut. Satu heli yang belum diserahkan Alan dilengkapi terlebih dahulu, sementara dari heli yang sudah diserahkan, akan dibawa kembali ke PT DI untuk dipasang peralatannya.

"Sedang proses, penyerahannya tahun ini juga," kata dia.

Heli dengan full spesifikasi ini akan dilengkapi dengan pemasangan torpedo dan sonar varian terbaru berjenis Helicopter Long-Range Actice Sonar (Helras).


Sonar HELRAS dapat beroperasi optimal di area laut dangkal dan laut dalam. Teknologi HELRAS menggunakan frekuensi rendah dengan resolusi tinggi pada sistem Doppler dan rentang gelombang panjang untuk mengetahui keberadaan kapal selam dari jarak jauh.

Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro memastikan untuk suku cadang teknologi tersebut sudah disiapkan. Pihaknya bekerja sama dengan negara Prancis dan Amerika.

"Sudah disiapkan. Satu sistem sonar yang bisa melacak, torpedo mengikuti sehingga target kapal selam itu tercapai," kata dia. (dir/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com