Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Feb 2019 16:19 WIB

Darurat Tenaga Kerja Digital, e-Commerce RI Saling Bajak Karyawan

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Jakarta - Indonesia bisa dikatakan masih darurat tenaga kerja digital. Tingginya kebutuhan tenaga kerja di sektor ini, belum bisa diimbangi oleh ketersediaan lulusan dari lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Indonesia.

Akibat terbatasnya jumlah tenaga kerja di sektor tersebut, para pelaku usaha akhirnya saling 'bajak' tenaga kerja atau sumberdaya manusia (SDM).

"SDM masalahnya memang saling ambil, saling intip dengan tawaran yang berlipat-lipat. Kenapa kita harus saling bajak karena kekurangan di pasar," kata Ketua Dewan Pengawas Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Hendrik Tio di Roemah Kuliner, Jakarta, Selasa (26/2/2019).


Kelangkaan tenaga kerja sektor digital di Indonesia ternyata sudah tersebar ke mancanegara. Akibatnya, banyak lulusan perguruan tinggi di luar negeri yang akhirnya memilih pulang kampung.

Namun, tentu saja kondisi itu tak serta merta memuluskan langkah e-commerce untuk mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan. 'Ada harga ada rupa', kira-kira demikian ungkapan yang bisa disematkan ke pada para tenaga kerja terampil sektor digital. Kemampuan yang memadai, selalu diikuti dengan standar upah yang tinggi.

"Belum lagi kalau bisa yang qualified. Selain sumbangsih sari perguruan tinggi itu jadi populer banyak juga teman yg dari luar negeri kembali ke Indonesia menjadi SDM yang bagus. Tapi bayar mereka itu kadang mahal banget. Kita yang kecil enggak kuat," tandas dia.

(dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed