Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Feb 2019 16:29 WIB

Karena Langka, Tenaga Kerja Digital Bisa Bergaji Rp 90 Juta

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta - Para perusahaan yang bergerak di bidang digital ekonomi mengeluhkan sulitnya mencari Sumber Daya Manusia (SDM). Bahkan minimnya pasokan SDM membuat tarif gaji untuk pekerja di dunia digital ekonomi begitu tinggi.

Ketua Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Ignasius Untung mengatakan, ungkapan 'ada harga ada rupa' sangat dirasakan oleh para pelaku usaha sektor digital. Keterampilan yang mumpuni di sektor ini, selalu diikuti dengan standar upah yang tinggi.

"Kalau bisa yang qualified. Selain sumbangsih dari perguruan tinggi itu jadi populer banyak juga teman yg dari luar negeri kembali ke Indonesia menjadi SDM yang bagus. Tapi bayar mereka itu kadang mahal banget," kata Ketua Dewan Pengawas Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Hendrik Tio di Roemah Kuliner, Jakarta, Selasa (26/2/2019).


Salah satu SDM di industri digital yang paling mahal adalah bagi mereka yang sudah punya pengalaman bekerja di luar negeri. Hendrik mengakatakan bahkan gajinya bisa sampai Rp 90 juta.

"Teman yang dari luar negeri kembali ke Indonesia menjadi SDM yang bagus. Tapi bayar mereka itu kadang mahal banget. Kita yang kecil enggak kuat. Untuk diaspora sekali bayar bisa Rp 80 juta Rp 90 juta. Tapi yang e-commerce yang gede berani bayar karena hasilnya juga gede," ujarnya.

(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com