Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 06 Mar 2019 20:37 WIB

Dorong Harga, Pemerintah Minta Industri Ban Serap Karet Lokal

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rizki Pratama/detikOto Ilustrasi/Foto: Rizki Pratama/detikOto
Jakarta - Pemerintah berencana mendongkrak harga karet yang saat ini tengah jatuh. Untuk mengatasinya, pemerintah meminta industri ban dalam negeri menyerap karet.

Ketua Umum Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) Azis Pane mengatakan keputusan untuk memanfaatkan penggunaan karet pada ban didasari penilaian bahwa industri ban lebih mudah menyerap. Sebab, kebutuhan karet untuk ban dalam negeri sangat tinggi.

"Memang satu-satu jalan memperbaiki industri dalam negeri, sesudah kita bicarakan ternyata yang cepat pakai karet itu ya ban. Kalau sandal berapa itu sepatu tapi ban terus-terusan ganti kan kalau nggak ganti abis itu mobil," jelas dia di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Adapun, industri ban yang dimaksud adalah vulkanisir. Ban tersebut adalah ban yang garisnya telah habis lalu diukir kembali untuk digunakan.


Lebih lanjut, Aziz mengungkapkan rata-rata kebutuhan karet untuk industri ban vulkanisir saat ini masih mencapai 100 ribu ton per tahun. Ia pun memperkirakan jumlahnya akan terus meningkat lebih besar lagi di tahun depan.

"Sekarang ini kurang lebih 96 ribu sampai 100 ribu ton per tahun. Untuk vulkanisir ban kalau dinaikkan bisa 120 ribu ton sampai 150 ribu ton tahun depan," ungkap dia.

Pemerintah juga memberikan pelatihan bagi industri guna mendorong penyerapan tersebut. Saat ini sistem ini mulai berjalan, salah satunya di Kota Sukabumi.

"Ya ada diperbaiki dulu, industri vulkanisir dibina, di-training dulu orang-orangnya sudah dibikin kan ini, industri di Sukabumi ini. Sudah jalan mereka. Nah mereka diberi penyuluhan maka naik," tutup dia.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed