Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 15 Mar 2019 18:00 WIB

Indonesia Ekspor Karet hingga Kopi ke 4 Negara Ini

Raja Adil Siregar - detikFinance
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Palembang - Pemprov Sumatera Selatan melepas ekspor komoditas pertanian ke empat negara di Pelabuhan Boom Baru, Palembang. Total nilai ekspor mencapai Rp 27,2 miliar.

Adapun komoditas yang diekspor untuk awal tahun 2019 ini yakni, karet mentah dalam bentuk SIR 20 dengan berat total 1.110.88 ton senilai Rp. 21.687.149.260. Di samping itu ada kelapa dalam bentuk bulat 500 ton senilai Rp.1.330.000.000.

Selain dua komoditas tersebut, ada pula 210 ton biji kopi dengan nilai jual sekitar Rp. 4.224.780.000. Semua komoditas di Sumatera Selatan itu dikirim ke 4 negara seperti Jepang, Inggris, Finlandia dan China.


"Ada tiga komoditas asli yang dikirim ke beberapa negara hari ini. Sebenarnya ini sudah rutin kita ekspor setiap tahunnya, namun untuk awal tahun ini kita ekspor bersama Gubernur Sumsel," kata Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, Ali Jamil di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Jumat (15/3/2019).

Menurut Ali, secara garis besar negara berkeinginan menekan defisit neraca perdagangan agar tidak lebih banyak impor dibandingkan ekspor. Meskipun sebenarnya ekspor tiga produk itu telah berjalan di Sumsel.

"Pemerintah punya ambisi ingin menjadi lumbung pangan dunia tahun 2020. Tapi bagaimana membidik dan memberikan makan negara lain jika kekayaan sumber daya alam kita tidak diekspor, karenanya kegiatan ekspor harus digalakkan," kata Ali.


"Dari tiga komoditas yang diekspor hari ini, Sumsel mendapat total nilai ekspor Rp 27,24 miliar. Dengan begitu devisa negara dapat meningkat karena ekspor produk pertanian," katanya.

Tidak hanya sekedar ekspor komoditas saja, Ali meminta kepada pelaku usaha agar bisa memenuhi persyaratan utama mengantongi Phytosanitary Certificate atau sertifikat kesehatan tumbuhan. Dengan begitu komoditas yang dikirim dapat terjamin.

Andalkan pelabuhan

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pelepasan ekspor jadi momen untuk menguatkan komitmen dan nilai tambah komoditas pertanian. Tetapi gubernur meminta hal ini dapat dilakukan secara terus menerus.

"Ini bukan bentuk suatu seremonial, tapi ini kesungguhan pemerintah mendukung pengembangan komoditas pertanian di Sumsel. Terutama untuk ke pasar ekspor agar lebih dikenal dan menyejahterakan petani," katanya.

Menurut Herman Deru, pemerintah pusat maupun di daerah harus bersinergi untuk meningkatkan ekspor hasil pertanian di Sumsel. Oleh karena itu, Pemprov telah berupaya membuat terobosan baru guna mendongkrak ekspor, salah satunya ada di bagian pengiriman atau pelabuhan di Tanjung Api-Api.

Upaya itu pun disebutnya sebagai bentuk perhatian kepada petani Sumsel bahwa pemerintah tak akan tinggal diam dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian mengatakan Sumsel merupakan penghasil kopi terluas di Tanah Air.


Berdasarkan catatan pihaknya, luas areal kopi Sumsel mencapai 250.397 hektare dengan produksi mencapai 184.166 ton biji kering. Tak hanya kopi, karet bahkan masuk dalam kategori terbesar di dunia.

"Sumsel merupakan Provinsi penghasil karet terluas di dunia, luas lahan karet 1.319.738 hektare dan dapat produksi 1.053.272 ton karet kering. Sementara kopi juga sudah kita ketahui luasnya mencapai 250 ribu hektare lebih," kata Rudi.

"Perlu diketahui untuk dapat menembus pasar mancanegara tak mudah. Karena komoditas pertanian harus memenuhi standar dengan kualitas dan keamanan pangan produk yang sangat ketat," kata Rudi lagi. (ras/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed