Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 31 Mar 2019 18:34 WIB

Pesanan B 737 MAX Batal, Bagaimana Rencana Peremajaan Armada Garuda?

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: (Pool) Foto: (Pool)
Jakarta - Pesanan sebanyak 49 unit Boeing 737 MAX 8 oleh Garuda Indonesia batal. Padahal, pesanan 49 unit itu merupakan bagian dari rencana Garuda Indonesia meremajakan armadanya. Dengan pembatalan tersebut, apa rencana peremajaan Garuda terganggu?

"Nggak. Karena sebelum itu kita sudah memperpanjang leasing NG (Boeing 737 Next Generation)," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di kantornya, Tangerang, Jumat (29/3/2019) lalu.

Dengan perpanjangan ini, maka biaya cicilan pesawat Boeing 737 NG milik garuda lebih murah lantaran tenornya lebih panjang.


"Jadi kalau untuk nanti max belum datang, beberapa NG sudah kita perpanjang. Tahun ini sudah ada 10-15 unit. Unitnya sama tapi cost per bulannya lebih rendah," beber pria yang akrab disapa Ari Askhara itu.

Perpanjangan leasing Boeing 737 NG ini dimaksudkan untuk mengisi kekosongan pesawat yang seharusnya diisi Boeing 737 MAX 8 sebelum adanya pembatalan. Pihak Garuda Indonesia sendiri tengah menunggu penawaran baru dari Boeing setelah perusahaan membatalkan pesanan Boeing 747 MAX 8.



"MAX (Boeing 737 MAX 8) yang seharusnya akan datang bertahap sampai 2025 sudah tercover," ungkap Ari. (dna/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com