Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 01 Apr 2019 14:00 WIB

Ekspor Dibatasi, Karet RI akan Dipakai Campuran Aspal

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Dok Humas Pemkab Musi Banyuasin Foto: Dok Humas Pemkab Musi Banyuasin
Jakarta - Indonesia bersama Thailand dan Malaysia memutuskan untuk membatasi jumlah ekspor karet untuk mendorong harga. Lantas, produksi karet dalam negeri mau dipakai untuk apa?

Menurut Deputi VII Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Rizal Affandi Lukman dari keputusan tersebut Indonesia akan memangkas ekspor karet hingga 98.000 ton. Angka tersebut nantinya akan diserap industri di dalam negeri.

Ia menjelaskan, karet tersebut dapat dimanfaatkan menjadi campuran mulai untuk aspal hingga ban vulkanisir.


"Jadi Indonesia akan memangkas ekspor hingga 98.000 ton selama empat bulan ini. Karet akan diserap dalam negeri jadi campuran untuk aspal, ban vulkanisir," kata dia dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Bahkan, ia memperkirakan jumlah yang diserap bakal jauh lebih besar dari angka ekspor yang dipangkas, dengan begitu, petani karet tak perlu khawatir.


"Ini besar lho penggunaannya (karet untuk campuran ban vulkanisir). Jadi bisa lebih banyak diserap malah. Maka sebetulnya penggunaan karet bisa melampaui pengurangan 98.000 ton ini," papar dia.

Indonesia, bersama Malaysia dan Thailand sepakat membatasi jumlah ekspor karet sebesar 240 ribu ton. Dari angka itu Indonesia memangkas sebesar 98.000 ton dan sisanya diambil oleh Thailand dan Malaysia.



Tonton juga video 'Rumah' Jokowi dan Miniatur Indonesia di Kebun Karet Belanda:

[Gambas:Video 20detik]


Ekspor Dibatasi, Karet RI akan Dipakai Campuran Aspal
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com