Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 16 Apr 2019 14:30 WIB

Harga Tomat Melonjak, Tukang Jus Biasanya Beli 5 Kg Kini 2 Kg

Yudha Maulana - detikFinance
Harga tomat naik/Foto: Yudha Maulana/detikcom Harga tomat naik/Foto: Yudha Maulana/detikcom
Bandung Barat - Harga tomat melonjak. Di Cimahi, Jawa Barat (Jabar), harga tomat yang biasanya Rp 7.000/kilogram (kg) melonjak jadi Rp 14.000/kg.

Asep (35), pedagang sayuran di Pasar Antri, Kota Cimahi gara-gara harga tomat naik, sejumlah pelanggannya mengurangi jumlah pembelian.

"Biasanya tukang jus langganan saya kalau beli tomat itu 5 kilogram sekali beli. Sekarang belinya hanya 2 kilogram saja, iya lumayan berkurang penjualannya," kata Asep kepada detikcom di kiosnya, Selasa (16/4/2019).

Kendati begitu, Asep tetap melayani pembelinya dengan harga sesuai takaran. Biasanya, ia memberikan empat hingga lima butir tomat jika pelanggannya ingin membeli tomat sebesar Rp. 10.000.


Tak hanya pembelinya, Asep juga mengurangi stok dagangannya yang biasa ia beli dari pasar induk Caringin. Semula ia bisa menyimpan stok 75 kilogram perhari kini hanya 25 kilogram saja sehari.

"Dulu beli dari pasar induk itu Rp 5.000-Rp 6.000, sekarang dari pasar induk saya beli Rp. 11.000, pembeli juga pada nanya kenapa, setahu saya mungkin karena stoknya kurang dari sananya (petani)," ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan Ace (26), ia bahkan hanya mengambil 5 kilogram tomat sejak harganya menembus Rp. 12.000. "Saya juga tidak tahu, kenapa harganya bisa naik, ya sekarang mengandalkan dari sayuran yang lain saja untuk dijual," ujarnya.


Sementara itu, harga tomat di tingkat petani melesat dua kali lipat dari Rp. 4.000 - Rp. 5.000 ke harga Rp. 10.000 perkilogram.

Seorang petani di sentra pertanian Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Iseng Suhendri mengatakan,kenaikan harga disebabkan stok tomat terbatas akibat tanamannya banyak yang rusak karena gangguan hujan.

"Dari tingkat pengepul sudah dijual Rp11.000 per kilogram, kalau di pasar bisa mahal lagi. Diprediksi, harga tomat akan bertahan hingga bulan puasa," katanya.


Iseng menuturkan, tingginya intensitas hujan dalam sebulan terakhir ini menjadi penyebab lahan pertanian tomat seperti di Cibodas mengalami gagal panen.

"Jumlah petani yang menanam tomat sedikit, paling ada beberapa orang saja, saya juga enggak tanam. Bagi yang tanam, melonjaknya harga tomat tersebut merupakan berkah, bisa mendapat untung yang lebih besar," ujarnya (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed