Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 20 Apr 2019 13:41 WIB

Pilpres Usai, Siap-siap Investasi Rp 79 T Antre Masuk RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi Investasi/Foto: Tim Infografis: Mindra Purnomo Ilustrasi Investasi/Foto: Tim Infografis: Mindra Purnomo
Jakarta - Pemerintah memproyeksikan akan ada investasi Rp 79 triliun yang masuk Indonesia usai pemilu 2019. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, investasi sebesar itu berasal dari industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alas kaki.

"Kemenperin memproyeksikan industri makanan dan minuman dapat tumbuh di atas 9 persen pada tahun 2019 karena mendapatkan tambahan investasi," kata Airlangga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Tahun ini, kata Airlangga, industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alas kaki siap untuk menanamkan modalnya total sebesar Rp79 triliun.


Industri makanan dan minuman akan menggelontorkan investasi Rp 63 triliun, naik 11 persen dari tahun 2018. Kemudian untuk industri alas kaki dan TPT menyiapkan investasi masing-masing Rp 2,8 triliun dan Rp 14 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Pemerintah, lanjut Airlangga, menjadikan subsektor industri padat karya tersebut sebagai motor pertumbuhan manufaktur serta penyumbang ekspor pengolahan nonmigas yang signifikan.

"Pemerintah akan terus menggenjot kinerja dan menarik investasi sektor industri berorientasi ekspor dan substistusi impor," jelas dia.

Pada tahun 2018, ekspor nonmigas tercatat di angka USD 130 miliar atau naik sebesar 3,98 persen dibanding tahun 2017. Pada tahun 2018, kontribusinya mencapai 72,25 persen. Selama ini memang industri menjadi penyumbang terbesar. Selain itu, artinya bahwa produk-produk industri manufaktur dalam negeri sudah banyak berbicara di level global, tuturnya.


Kemenperin juga mencatat, investasi di sektor industri manufaktur terus tumbuh signifikan. Pada tahun 2014, penanaman modal masuk sebesar Rp 195,74 triliun, kemudian naik mencapai Rp 222,3 triliun di 2018. Peningkatan investasi ini mendongkrak penyerapan tenaga kerja hingga 18,25 juta orang di 2018, yang berkontribusi sebesar 14,72 persen terhadap total tenaga kerja nasional.

Dari tahun 2015 ke 2018, terjadi kenaikan 17,4 persen dan ini diperkirakan bisa menambah lagi penyerapan tenaga kerjanya di tahun 2019 seiring adanya realisasi investasi.

Dengan demikian, Kemenperin menargetkan, sepanjang 2019 pertumbuhan industri manufaktur dapat mencapai 5,4 persen. Subsektor yang diperkirakan tumbuh tinggi, antara lain industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika. (hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed