Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 26 Apr 2019 18:30 WIB

Pabrik LEGO KW Digerebek Polisi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Empat orang ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian Shanghai karena membuat LEGO palsu. Merek yang disematkan dalam produk kw itu adalah Lepin.

Mereka telah meraup ratusan juta yuan dalam tiga tahun terakhir dari produksi dan penjualan LEGO kw ini.

Mengutip shine.cn keempat tersangka ini mulai membuat LEGO kw pada 2015 lalu. Saat itu mereka yang berbasis di Provinsi Guangdong membeli LEGO asli dan mulai meniru desain dan bentuknya.

Setelah itu, mainan kw itu dijual ke pedagang grosir di China dan luar negeri melalui internet. Pihak kepolisian akhirnya mendatangi tiga pabrik yang mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan itu.


Dari hasil penangkapan, polisi juga menyita sekitar 650.000 mainan yang sudah siap dijual.

Mainan tiruan itu dijual ke pedagang grosir di seluruh negeri dan luar negeri melalui Internet, kata polisi. Polisi yang bertugas untuk kasus ini Zhong Shikai menjelaskan keempat tersangka menjual produk tiruan tersebut dengan harga seperlima lebih murah dari harga barang asli. "Mesin yang mereka gunakan kualitasnya juga rendah," ujar Zhong, Jumat (26/4/2019).

Perwakilan LEGO untuk China dan Asia Pasifik Robin Smith menjelaskan perusahaan sangat menghargai upaya kepolisian untuk melindungi Hak kekayaan intelektual di China. "Kami percaya produk palsu memiliki dampak kepada bisnis kami dan perusahaan lain di China. Kami benar-benar tak ingin melihat lagi produk palsu ini," ujar dia.



Selain di China tersangka juga sedang menjajaki penjualan produk di Rusia dan Jerman. Memang, saat ini memproduksi barang palsu di China dan menjual di luar negeri adalah tren baru yang terjadi di negara tirai bambu tersebut.

Staf unit kejahatan ekonomi kepolisian Shanghai, Yu Meng menjelaskan kasus pemalsuan produk ini seringkali melibatkan merek terkenal dan tujuan jualnya adalah di Timur Tengah dan Eropa.

"Jadi situs website yang mereka gunakan hanya bisa diakses di luar negeri," ujarnya. Nah hal inilah yang menyulitkan pihak kepolisian untuk melacak hal tersebut.

Namun kini polisi sedang bekerja sama dengan platform e-commerce internasional di China untuk melacak kegiatan pemalsuan tersebut.


Pada 2018 kepolisian Shanghai telah menangani lebih dari 800 kasus HAKI. Sudah ada 1.600 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian produk palsu dan sejenisnya sudah disita dengan nilai hampir 2,5 miliar yuan. (kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed