Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 17 Agu 2019 11:55 WIB

Jokowi Sindir Penjabat Dinas ke LN, Menperin: Harus Sesuai Keperluan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Achmad Dwi Afriyadi Foto: Achmad Dwi Afriyadi
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir kebiasaan eksekutif studi banding ke luar negeri dalam Pidato Kenegaraan yang digelar kemarin (16/8/2019). Jokowi mengingatkan, saat ini informasi bisa diakses dengan mudah.

Menanggapi itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, dinas keluar negeri disesuaikan dengan kebutuhan. Dia bilang, jika bicara ekspor maka dinas ke luar negeri.

"Itu kan kemarin konteksnya di parlemen," katanya di Kementerian Perindustrian Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

"Kalau di dinas sesuai dengan keperluan, apalagi kita bicara ekspor, kalau ekspor ya keluar negeri. Jadi tentu sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Salah satu yang ditugaskan meningkatkan investasi dan mendorong ekspor," paparnya.


Untuk diketahui, sebelumnya Jokowi menyinggung kebiasaan eksekutif studi banding ke luar negeri. Jokowi bilang, akses informasi saat ini sudah mudah.

Dia melanjutkan, ukuran kinerja saat ini bukan berdasarkan aturan yang dibuat. Namun, sejauh mana kepentingan rakyat dan negara bisa dilindungi. Jokowi kemudian secara khusus mengingatkan jajaran eksekutif agar lebih efisien dalam bekerja.

"Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone kita," kata Jokowi.

Jokowi lantas mengeluarkan handphone dari saku kiri celananya. Handphone berwarna hitam itu dipegang dengan tangan kiri dan ditunjuk dengan tangan kanan.

"Mau ke Amerika? Di sini komplet, ada semuanya," kata Jokowi sambil menunjuk handphone yang dikeluarkannya.






Simak Video "Demokrat Dukung Jokowi, Golkar Senang Koalisi Parlemen Menguat"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com