Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 27 Agu 2019 11:51 WIB

RI Genjot Mobil Listrik, Pengusaha: Bahan Bakunya Lengkap

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pengusaha menilai bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan kendaraan listrik. Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Rosan Roeslani menyatakan Indonesia memiliki bahan baku untuk membuat mobil listrik.

Segala macam bahan baku menurut Rosan ada di Indonesia. Namun satu masalahnya, dalam mengembangkan kendaraan listrik teknologi di Indonesia masih kurang.

"Di kita alhamdulillah raw material bahan bakunya kita punya lengkap, nikel, kobalt, dan lain-lain, tinggal technical know yang diperbaiki," ucap Rosan, di kantornya, Selasa (27/8/2019).

Lebih lanjut, Penasehat Khusus Menteri Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kemenko Kemaritiman Satryo Soemantri Brodjonegoro menyatakan bahwa memang betul bahan baku kendaraan listrik melimpah di Indonesia. Khususnya untuk bahan baku pembentuk baterai.


"Dalam bentuk logam cadangan nikel saat ini 62 juta ton, dan kobalt 1 juta ton. Kalau dilihat sumber daya keseluruhannya nikel itu 3 miliar ton, kalau kobalt 480 juta ton," papar Satryo.

Kembali ke Rosan, dia menyatakan bahwa hingga kini kendaraan bermotor listrik cuma 5,6 juta saja jumlahnya. Targetnya, kendaraan listrik bisa menguasai 20% dari seluruh jumlah kendaraan listrik di Indonesia.

"Kendaraan bermotor listrik kurang lebih ada 5,6 juta di 2019. Kalau kita lihat trend, di 2025 kurang lebih 20% kendaraan ini ada di Indonesia," kata Rosan.



Simak Video "Ultra Compact BEV, Mobil Listrik Imut dengan 2 Penumpang"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com