Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Sep 2019 14:27 WIB

Pabrik Baterai Mobil Listrik di RI, Luhut: Bukan China-china Lagi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa banyak perusahaan yang akan terlibat dalam pabrik baterai di Morowali.

Dia menolak anggapan yang menyebut proyek ini dikuasai China. Katanya, banyak perusahaan yang ikut menggarap proyek baterai ini, dengan alasan butuh sumberdaya yang efisien.

"Morowali akan libatkan, CATL, Panasonic, Volkswagen, LG, dan Mercedes Benz. Jadi bukan China-China aja lagi, ini masalah orang butuh dan ada efisiensi," tegas Luhut di acara Indonesia Electric Motor Show, Rabu (4/9/2019).


Dia menyatakan pabrik ini sudah di groundbreaking dan sedang masa pembangunan. Investasinya mencapai US$ 4 miliar alias Rp 56 triliun.

"Lithium baterai ini sudah groundbreaking segera akan diikuti pembangunan lithium batre itu 4m dolar," kata Luhut.


Pembangunan pabrik bahan baku baterai lithium di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah sudah berjalan sejak awal tahun lalu, rencananya 2020 pabrik ini bisa memproduksi baterry cell. Dari total komitmen investasi, sudah ada US$ 1 miliar yang direalisasikan selama proses pembangunan pabrik.

Simak Video "Grab Masih Pertimbangkan Mitranya Gunakan Kendaraan Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com