googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 17 Okt 2019 16:25 WIB

Sawit Aceh 4.900 Metrik Ton Diekspor Perdana ke India

Agus Setyadi - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Jhoni Hutapea Ilustrasi/Foto: Jhoni Hutapea
Banda Aceh - Sebanyak 4.900 metrik ton Crude Palm Oil (CPO) alias minyak sawit diekspor ke India melalui Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, Aceh. Ekspor perdana ini dilepas Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Proses ekspor CPO ini dilakukan di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya pada Kamis (17/10/2019) siang sekitar pukul 15.00 WIB. Satu unit kapal pengangkut CPO bersandar di sana dan memuat minyak sawit.

"Hari ini kita mengekspor CPO ke India dengan jumlah 4.900 metrik ton atau senilai US$ 2,36 juta. Ini adalah ekspor perdana melalui Aceh," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh Teuku Ahmad Dadek kepada wartawan.

Dadek berharap, ke depan semua CPO dari wilayah barat selatan dapat diekspor lewat Pelabuhan Calang. Hal ini untuk memangkas waktu serta biaya.


"Dari pada dibawa lewat Medan (Sumatera Utara) terlalu lama dan biaya mahal," ungkapnya.

Selain melepas ekspor CPO perdana, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga meresmikan tangki PT Calang Sejati Indah. Tanki perusahaan pengekspor CPO ini terletak di kawasan Pelabuhan Calang.

"Kehadiran tangki CPO yang dibangun PT. Calang Sejati Indah ini akan memberi manfaat besar bagi bisnis CPO di wilayah Barat Selatan Aceh. Apalagi kita tahu, kawasan barat selatan ini merupakan pusat pertanian kelapa sawit terbesar di wilayah Aceh," kata Nova dalam sambutannya.

Nova menyebut, wilayah dari Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Barat Daya, hingga Aceh Jaya ini, perkebunan kelapa sawit bertebaran di mana-mana. Menurutnya, jika berbicara perkebunan kelapa sawit di Aceh, pesisir Barat-Selatan adalah gudangnya.


"Karena itu sangatlah masuk akal kalau kita membutuhkan Pelabuhan CPO di wilayah ini," sebutnya.

"Para pengusaha perkebunan kelapa sawit tidak perlu lagi mengirim CPO-nya ke Medan untuk proses ekspor. Mari kita lakukan langsung dari Aceh ini, sehingga aktivitas usaha di daerah kita lebih bergairah. Efeknya tentu tidak hanya berdampak bagi pengusaha dan petani sawit, tapi juga akan mampu memberikan efek bola salju kepada sektor bisnis lainnya," jelas Nova.

Simak Video "Belanda Sepakat Bantu Perdagangan Indonesia di Eropa"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com