Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 31 Okt 2019 14:26 WIB

Ma'ruf Minta Kementan Serius Peremajaan Sawit Rakyat

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Maruf Amin Membuka Konferensi Sawit di Bali (Danang Sugianto/detikcom) Foto: Maruf Amin Membuka Konferensi Sawit di Bali (Danang Sugianto/detikcom)
Bali - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendesak Kementerian Pertanian agar mempercepat penyelesaian program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Tujuannya agar meningkatkan produktivitas.

Hal itu disampaikannya saat membuka konferensi IPOC (Indonesian Palm Oil Conference) 2019 and 2020 Price Outlook di Nusa Dua, Bali, Kamis (31/10/2019).

"Saya minta kepada Kementerian Pertanian untuk dapat segera merealisasikan program PSR yang telah didukung pendanaannya dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)," tegasnya.


Pemerintah sendiri sudah menetapkan target dari program PSR sebesar 185 ribu hektar (ha) di tahun ini. Ma'ruf menegaskan target itu harus tercapai.

"Saya minta berbagai hal yang masih menghambat, misalnya masalah administrasi, harus dapat diselesaikan," tambahnya.

Ma'ruf mengaku menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit rakyat melalui pemberian penghargaan kepada kelompok tani yang produktivitasnya tertinggi.

"Ini jangan berhenti, harus terus ditingkatkan dan harus menjadi pemicu kelompok-kelompok petani lainnya," ujarnya.


Ma'ruf mengingatkan, tahun lalu Presiden Joko Widodo menegaskan 5 pesan pengembangan sektor kelapa sawit ke depan. Di antaranya memaksimalkan kemajuan teknologi, peremajaan perkebunan sawit rakyat, perluasan pasar ekspor, hilirisasi, serta implementasi program B20.

Simak Video "Indonesia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit Uni Eropa"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com