Sampai Mana Rencana Kerja Sama Mobil Listrik Hyundai-Grab di RI?

Usman Hadi - detikFinance
Minggu, 03 Nov 2019 19:37 WIB
Foto: Usman Hadi - detikcom
Sleman - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, angkat bicara mengenai kerja sama Grab dan Hyundai soal mobil listrik. Sampai mana rencana tersebut?

"Ya kemarin saya juga berdiskusi kepada mereka, ke depan ini mobil listrik adalah suatu keniscayaan," kata Budi Karya di Universitas 'Aisyiyah, Sleman, Minggu (3/11/2019)..

Karena kehadiran mobil listrik adalah suatu keniscayaan, kata Budi Karya, maka seluruh pihak harus mempersiapkannya. Menurutnya, upaya pengadaan motor listrik untuk kendaraan umum juga sudah mulai diusahakan oleh pemerintah Indonesia.

"Dan memang kita pertama kali mengupayakan (transportasi tenaga listrik untuk) kendaraan-kendaraan umum, apakah itu mereka yang berasal untuk motor, mobil dan bus, itu mereka yang (kendaraan) umum dulu kita utamakan," tuturnya.


Sementara kepada Grab dan Gojek, Budi Karya meminta agar kedua perusahaan itu bekerja sama dengan perusahaan lain untuk memproduksi kendaraan listrik di Indonesia. Namun ia mengajukan beberapa syarat kepada pabrikan yang akan digandeng Grab atau Gojek.

"Dengan Grab dan Gojek saya minta mereka kerja sama dengan pabrikan (kendaraan listrik) yang sifatnya massal, yang harganya relatif tidak mahal tapi diutamakan mereka yang minimal dirakit. Nanti kalau bisa dibangun di Indonesia," sebutnya.

"Sehingga itu akan dalam kuantitas yang banyak dan memberikan lapangan pekerjaan yang bagus," pungkas dia.


Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Grab berminat masuk ke sektor produksi mobil listrik bersama Hyundai di Indonesia.

Hal tersebut dikatakannya usai bertemu dengan CEO Grab Anthony Tan di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).

"Grab, dia mau masuk ke sini (Indonesia) dengan Hyundai. Menyangkut mobil listrik," kata Luhut.

Simak Video "Masih Terbatas, Mitra Terbaik Bisa Kemudikan Kendaraan Listrik Grab"
[Gambas:Video 20detik]
(ush/zlf)