ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Nov 2019 11:19 WIB

Bikin Jokowi Turun Tangan, Harga Gas RI Lebih Mahal dari Malaysia

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: dok. PGN Foto: dok. PGN
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengecek harga gas industri yang menurutnya mahal hingga dikeluhkan dunia usaha.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi menjelaskan bahwa harga gas industri di Indonesia relatif di tengah-tengah dibandingkan negara lainnya di Asia. Bila dibandingkan Malaysia memang Indonesia lebih mahal.

Harga gas industri Malaysia di hulu adalah US$ 4,5-6 sedangkan Indonesia US$ 6-8 per MMBTU. Lalu harga di pengguna, Malaysia US$ 7,5-8,21, Indonesia US$ 8-10 per MMBTU.

"Kalau dibandingkan negara-negara ASEAN, Malaysia memang lebih murah, di bawah sedikit," kata dia saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (4/11/2019).


Namun harga gas industri di Indonesia relatif lebih murah dibandingkan Singapura US$ 12,5-14,5 dan China US$ 15 per MMBTU di tingkat pengguna.

"Di Singapura harganya (di pengguna) itu sekitar US$ 12,5 per MMBTU, nah di China itu sekitar US$ 15," sebutnya.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN semula akan menaikkan harga gas per 1 November 2019 lalu. Namun pemerintah meminta dibatalkan entah sampai kapan.

"Kan harga gas, PGN itu tidak naikkan harga gas tadi sehingga harganya relatif masih antara US$ 8 sampai US$ 10 per MMBTU," tambah Fahmi.



Simak Video "Cerita Detik-detik Balon Gas Meledak di Kediri Hingga Lukai Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com