ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Nov 2019 12:39 WIB

Biar Harga Gas RI Murah, Pengamat: Bangun Pipanya Pakai APBN

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Pembangunan jaringan pipa menjadi salah satu penyumbang mahalnya harga gas industri di Indonesia. Pasalnya untuk membuat infrastruktur tersebut butuh biaya yang tidak sedikit.

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi mengatakan harga gas cukup dipengaruhi biaya pengelolaan infrastruktur, yaitu biaya yang timbul untuk mengantarkan gas bumi dari sumber gas ke lokasi pengguna.

Mahalnya biaya pengelolaan infrastruktur karena keterbatasan infrastruktur pipa gas yang dibutuhkan untuk menyalurkan gas bumi dari hulu hingga ke hilir.

"Nah solusinya saya kira harus ada tambahan pipa tadi," kata dia saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Dia mengatakan, PGN memiliki kontribusi yang paling besar dalam pembangunan kilang pipa gas yang dibiayai dari sumber dana internal perusahaan, tanpa bantuan dana dari APBN. Sementara nilai pembangunan pipa gas terbilang besar, pengembalian investasinya justru dalam jangka panjang dan berisiko tinggi.


Menurutnya, wajar jika PGN membebankan pengembalian investasi dalam penetapan harga dengan menaikkan harga jual.

"Selama ini ini kan dibebankan kepada PGN sehingga PGN sebagai BUMN itu kan mengalokasi investasi yang dikeluarkan terhadap harga jual tadi. Nah itu yang jadi alasan untuk menaikkan harga gas tadi tapi kan tidak diizinkan oleh pemerintah," jelasnya.

Menurutnya pemerintah Indonesia bisa berkaca dari Malaysia yang memiliki harga gas industri lebih murah. Di negara tersebut, pembangunan pipa gas dibiayai pakai uang negara. Itu salah satu faktor harga gas bisa murah.

"Nah seperti di Malaysia yang daerahnya tidak seluas Indonesia itu yang membangun pipa itu dialokasikan dari APBN. Nah sedangkan di Indonesia itu tidak," sebutnya.

"Kalau pemerintah melarang PGN untuk menaikkan harga gas maka mestinya pemerintah mengalokasikan dana untuk bangun pipa tadi sehingga PGN tidak perlu mengalokasikan pengeluaran investasi tadi dalam penetapan harga jual," tambah dia.



Simak Video "Aksi Erick Thohir Benahi BUMN, Rekrut Ahok hingga Chandra Hamzah"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com