Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Nov 2019 14:33 WIB

Jokowi Khawatir CPO RI Dilarang Eropa

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Presiden Jokowi bertemu tokoh Papua di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. (Andhika-detikcom) Foto: Presiden Jokowi bertemu tokoh Papua di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. (Andhika-detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) khawatir betul jika produk CPO alias minyak kelapa sawit Indonesia benar-benar di banned atau diblokir oleh Uni Eropa. Pasalnya, kondisi neraca perdagangan Indonesia saat ini masih defisit.

Menurut Jokowi, jika kondisi neraca perdagangan serta neraca transaksi berjalan (CAD) Tanah Air sudah surplus pemerintah berani melawan dengan memblokir kembali serbuan impor.

"Kalau dua ini rampung kita berantem dengan negara lain berani. Tapi kalau dua ini belum diselesaikan misalnya CPO kita di banned ke Eropa kita masih mikar-mikir. Tapi kalau neraca perdagangan dan transaksi berjalan kita surplus, yang nge-banned CPO kita kita potong impor-impor mobil, impor barang kita stop," kata Jokowi saat membuka sekaligus meresmikan acara Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda di Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

"Tapi kalau posisi seperti ini kita masih hitung-hitungan untung atau rugi," sambungnya.

Jokowi pun mengajak seluruh pejabat daerah untuk menyelesaikan masalah defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan melalui percepatan investasi dan peningkatan ekspor.


Salah satu yang bisa dikontribusikan daerah adalah menyederhanakan proses perizinan terutama untuk kegiatan investasi. Bahkan, Mantan Wali Kota Solo ini menginstruksikan seluruh kepala daerah tutup mata ketika harus menandatangani sebuah investasi di wilayahnya.

"Saya titip kepada daerah kalau ada investasi yang orientasinya ekspor, sudah tutup mata tanda tangan izinnya, secepat-cepatnya, urusan keamanan back up dari Polres, agar muncul cipta lapangan kerja yang kita inginkan, atau ada orang datang ini membangun pabrik substitusi impor, barang-barang yang saat ini masih impor dan mau bikin di sini tutup mata dan tanda tangan secepat-cepatnya nggak usah ditanya sudah saya berikan," ujar dia.

Tidak hanya itu, Jokowi juga minta kepada seluruh pejabat daerah agar melibatkan UMKM pada setiap kegiatan investasi yang masuk.

"Saya sudah titip ke menteri, jangan sampai ada investasi yang ikut dari Jakarta lagi, pengusaha daerah ikut, kalau tidak ada yang ikut tolong dilibatkan, nanti akan saya tegur langsung," ungkap dia.



Simak Video "Prabowo Bicara Strategi Tingkatkan Ekonomi Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com