Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 21 Nov 2019 12:36 WIB

Pengusaha Tekstil Ngadu ke Jokowi Harga Gas dan Listrik Mahal

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rico Bagus Ilustrasi/Foto: Rico Bagus
Jakarta - Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) pagi ini bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden, Jakarta Pusat. Mereka mengeluhkan harga gas dan tarif listrik yang mahal.

"Kita juga sampaikan juga masalah energi, bagaimanapun juga kita menggunakan gas alam supaya harganya jangan terlalu tinggi dibandingkan negara-negara pesaing," kata Ketua API Ade Sudrajat usai bertemu Jokowi, Kamis (21/11/2019).

Tarif listrik sebagai kebutuhan sekunder untuk operasional industri tekstil, lanjut Ade juga masih mahal.

"Yang kedua juga dari gas itu juga ada energi sekunder yaitu listrik yang masih relatif lebih mahal," sebutnya.


Dia meminta agar Presiden Jokowi bisa memberikan solusi, misalnya dengan memberikan insentif-insentif khusus. Melalui insentif ini diharapkan tarif listrik tak jadi beban pelaku industri.

"Mohon kiranya Bapak Presiden diberikan jalan keluar supaya listrik ini untuk industri ada insentif-insentif khusus," sebutnya.

Pihaknya juga meminta dalam kaitannya pergantian mesin industri ada keringanan dari sisi perpajakannya.

"Kemudian kita juga menyampaikan berbagai hal termasuk bagaimana merevitalisasi industri ini supaya pergantian mesin supaya penjualan mesin lama tidak dikenakan PPN," tambahnya.



Simak Video "Pemerintah Siapkan Kawasan Industri Tekstil di Jawa Tengah"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com