Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Nov 2019 12:35 WIB

Prabowo Tawarkan Alutsista RI ke Asing, Poyuono: Apa BUMN Kita Siap?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Poyuono (Foto: Tsarina Maharani/detikcom) Poyuono (Foto: Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjajaki kemungkinan kerja sama di bidang pertahanan dengan Republik Ghana. Prabowo menawarkan Industri pertahanan Indonesia, seperti PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT DI, dan PT Len Industri.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono justru mempertanyakan kesiapan industri persenjataan nasional di tengah kondisi BUMN pertahanan nasional.

"Pertanyaannya, apakah BUMN produsen alutsista kita siap?" kata Poyuono dalam keterangannya, Jumat (22/11/2019).

Ia mengatakan, BUMN produsen alutsista identik dengan kasus korupsi. menurutnya, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari BUMN produsen alutsista dalam negeri.

"Berdasarkan data data yang ada BUMN produsen alutsista adalah BUMN yang lameduck dan banyak sekali di korupsi selama ini, misalnya PT Pindad, PT PAL dan IPTN sudah banyak pejabatnya yang jadi pesakitan dipenjara akibat korupsi," kata Poyuono.

"Belum lagi banyak pemesanan alutsista oleh Angkatan Bersenjata RI melalui BUMN alutsista yang banyak tidak tepat waktu serta tidak lengkap equipment ketika diserahkan kepada pemesannya,serta harga yang jauh lebih mahal dari alutsista yang sejenis yang diproduksi negara lain," sambungnya.


Untuk itu, Poyuono menilai, seharusnya Prabowo meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk bisa membenahi hal tersebut sebelum menawarkan produk alutsista dalam negeri. Bila tidak, kata Poyuono, Indonesia justru bisa merugi dengan menjual produk alutsista tersebut.

"Jadi maaf aja Pak Menhan, tolong minta pak menteri BUMN agar BUMN strategis penghasil alutsista harus diberesin dulu pejabat pejabatnya dan budaya kerjanya agar engga malingan dan profesional. Baru kita bisa jualan produknya," katanya.

"Kalau tidak seperti itu kita jualan alutsista malah jadi rugi karena diklaim sama konsumen, kayak kasus pembelian pesawat dari IPTN oleh thailand atau kapal dari PT Pal yang kena klaim kerugian oleh pembeli," tuturnya.



Simak Video "Menhan Prabowo Bicara Konsep Perang Rakyat Semesta"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com